Kota Pekanbaru


2.1  Kota Pekanbaru


Peta Kota pekanbaru
 
Perkembangan kota ini pada awalnya tidak terlepas dari fungsi Sungai Siak sebagai sarana transportasi dalam mendistribusikan hasil bumi dari pedalaman dan dataran tinggi Minangkabau ke wilayah pesisir Selat Malaka. Pada abad ke-18, wilayah Senapelan di tepi Sungai Siak, menjadi pasar (pekan) bagi para pedagang Minangkabau. Seiring dengan berjalannya waktu, daerah ini berkembang menjadi tempat permukiman yang ramai. Pada tanggal 23 Juni 1784, berdasarkan musyawarah "Dewan Menteri" dari Kesultanan Siak, yang terdiri dari datuk empat suku (Pesisir, Limapuluh, Tanah Datar, dan Kampar), kawasan ini dinamai dengan Pekanbaru, dan dikemudian hari diperingati sebagai hari jadi kota ini.
Berdasarkan Besluit van Het Inlandsch Zelfbestuur van Siak No.1 tanggal 19 Oktober 1919, Pekanbaru menjadi bagian distrik dari Kesultanan Siak. Namun pada tahun 1931, Pekanbaru dimasukkan ke dalam wilayah Kampar Kiri yang dikepalai oleh seorang controleur yang berkedudukan di Pekanbaru dan berstatus landschap sampai tahun 1940. Kemudian menjadi ibukota Onderafdeling Kampar Kiri sampai tahun 1942.Setelah pendudukan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, Pekanbaru dikepalai oleh seorang gubernur militer yang disebut gokung.
Selepas kemerdekaan Indonesia, berdasarkan Ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 Nomor 103, Pekanbaru dijadikan daerah otonom yang disebut Haminte atau Kotapraja. Kemudian pada tanggal 19 Maret 1956, berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1956 Republik Indonesia, Pekanbaru (Pakanbaru) menjadi daerah otonom kota kecil dalam lingkungan Provinsi Sumatera Tengah.Selanjutnya sejak tanggal 9 Agustus 1957 berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 Republik Indonesia, Pekanbaru masuk ke dalam wilayah Provinsi Riau yang baru terbentuk. Kota Pekanbaru resmi menjadi ibu kota Provinsi Riau pada tanggal 20 Januari 1959 berdasarkan Kepmendagri nomor Desember 52/I/44-25 sebelumnya yang menjadi ibu kota adalah Tanjung pinang (kini menjadi ibu kota Provinsi Kepulauan Riau).
Daftar Walikota yang pernah menjabat hingga sekarang :
No Nama Awal masa jabatan Akhir masa jabatan
1. Datuk Wan Abdul Rahman 17 Mei 1946 11 November 1950
2. Datuk Ahmad 11 November 1950 7 Mei 1953
3. Tengku Ilyas 7 Mei 1953 1 Juni 1956
4. Muhammad Yunus 1 Juni 1956 14 Mei 1958
5. Okn Jamil 14 Mei 1958 9 November 1959
6. Datuk Wan Abdul Rahman 9 November 1959 29 Maret 1962
7. Tengku Bay 29 Maret 1962 1 Juni 1968
8. Raja Rusli, BA 1 Juni 1968 10 Desember 1970
9. Abdul Rahman Hamid 10 Desember 1970 10 Desember 1975
10 Desember 1975 5 Juli 1981
10. H. Ibrahim Arsyad, SH 5 Juli 1981 21 Juli 1986
11. Drs. Farouq Alwi 21 Juli 1981 21 Juli 1986
21 Juli 1986 22 Juli 1991
12. H. Oesman Effendi Apan, SH 22 Juli 1991 18 Juli 1996
18 Juli 1996 18 Juli 2001
13. Drs. H. Herman Abdullah, MM 18 Juli 2001 18 Juli 2006
18 Juli 2006 18 Juli 2011
14. H. Firdaus, ST, MT 26 Januari 2012 sekarang
Daftar Walikota yang pernah menjabat di Kota pekanbaru
Pernyataan visi yang dirumuskan oleh aparat penyelenggara pemerintah Kota Pekanbaru menuju tahun 2020 adalah "Terwujudnya Kota Pekanbaru Sebagai Pusat Perdagangan Dan Jasa, Pendidikan serta Pusat Kebudayaan Melayu, Menuju Masyarakat Sejahtera yang Berlandaskan Iman dan Taqwa".
Visi tersebut diatas mengandung makna sebagai berikut:
Pusat Perdagangan dan Jasa, menggambarkan keadaan masyarakat Kota Pekanbaru yang diinginkan dalam decade 20 tahun kedepan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan dukungan masyarakatnya yang dinamis akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan Kota Pekanbaru menjadi pusat perdagangan dan jasa di kawasan Sumatera.
Pusat Pendidikan, pemerintah Kota Pekanbaru kedepan akan selalu berusaha untuk memberdayakan masyarakatnya agar dapat berperan serta secara aktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rnagka menciptakan pembangunan manusia seutuhnya. Pemberdayaan sumber daya manusia lebih diarahkan kepada terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan formal dan non-formal dibidang keahlian dan kejuruan yang terpadu diikuti dengan upaya penyiapan sarana dan prasarana pra pendidikan sampai perguruan tinggi. Dengan langkah tersebut sangat diharapkan dalam decade 20 tahun kedepan di Kota Pekanbaru akan dapat tersedia sarana pendidikan yang lengkap dan unggul.
Pusat Kebudayaan Melayu merupakan refleksi dari peradaban tatanan nilai-nilai budaya luhur masyarakat Kota Pekanbaru yang mantap dalam mempertahankan, melestarikan, menghayati, mengamalkan serta menumbuhkembangkan budaya Melayu. Kehendak menjadikan Kota Pekanbaru sebagai pusat kebudayaan Melayu antara lain akan diarahkan kepada tampilnya identitas fisik bangunan yang mencerminkan kepribadian daerah, adanya kawasan beridentitas adat Melayu serta makin mantapnya kehidupan adapt yang digali dari nilai-nilai luhur Melayu.
Masyarakat Sejahtera merupakan salah satu tujuan kehidupan masyarakat Kota Pekanbaru pada dekade 20 tahun kedepan. Dalam kondisi ini dicita-citakan masyarakat akan dapat hidup dilingkungan yang relatif aman, bebas dari rasa takut dan serba kecukupan lahir batin secara seimbangan dan selaras baik material maupun spiritual yang didukung dengan terpenuhinya kualitas gizi, kesehatan, kebersihan dan lingkungan.
Berlandaskan iman dan taqwa merupakan landasan spiritual moral, norma dan etika dimana masyarakat pada kondisi tertentu mempunya pikiran, akal sehat dan daya tangkal terhadap segala sesuatu yang merugikan dengan memperkukuh sikap dan prilaku individu melalui pembinaan agama bersama-sama yang tercermin dalam kehidupan yang harmonis, seimbang dan selaras.

2.1.1        Geografis

Secara geografis, Pekanbaru berada di 101° 14' - 101° 34' Bujur Timur dan  0° 25' - 0° 45' Lintang Utara dengan luas 632,26 Km2 , dengan batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah utara        : Kab. Siak dan Kab. Kampar
  • Sebelah Selatan    : Kab. Kampar dan Kab. Pelalawan
  • Sebelah Timur      : Kab. Siak dan Kab. Pelalawan
  • Sebelah Barat       : Kab. Kampar
Dengan Perda Kota pekanbaru No. 3 tahun 2003 Pekanbaru dibagi atas 12 Kecamatan, serta Perda Kota Pekanbaru No. 4 tahun 2003 dibagi atas 58 Kelurahan.
Pembagian kecamatan di kota Pekanbaru terdiri dari :
1. Kecamatan Bukit Raya
- Kelurahan Tangkerang Labuai
- Kelurahan Dirgantara
- Kelurahan Simpang Tiga
- Kelurahan Tebingtinggi
- KelurahanTangkerang Selatan
- Kelurahan Tangkerang Utara
2. Kecamatan Lima Puluh
- Kelurahan Rintis
- Kelurahan Sekip
- Kelurahan Tanjung Rhu
- Kelurahan Pesisir
3. Kecamatan Marpoyan Damai
- Kelurahan Maharatu
- Kelurahan Sidomulyo Timur
- Kelurahan Wonorejo
- Kelurahan Tangkerang Barat
- Kelurahan Tangkerang Tengah
4. Kecamatan Payung Sekaki
- Kelurahan Air Hitam
- Kelurahan Labuh Baru Barat
- Kelurahan Labuh Baru Timur
- Kelurahan Tampan
5. Kecamatan Pekanbaru Kota
- Kelurahan Suka Ramai
- Kelurahan Suma Hilang
- Kelurahan Kota Baru
- Kelurahan Tanah Datar
- Kelurahan Simpang Empat
6. Kecamatan Rumbai
- Kelurahan Sri Meranti
- Kelurahan Palas
- Kelurahan Rumbai Bukit
- Kelurahan Umban Sari
- Kelurahan Muara Fajar
7. Kecamatan Rumbai Pesisir
- Kelurahan Limbungan
- KelurahanLimbungan Baru
- Kelurahan Lembah Sari
- Kelurahan Lembah Damai
- Kelurahan Meranti Pandak
- Kelurahan Tebing Tinggi Okura
8. Kecamatan Sail
- Kelurahan Cinta Raja
- Kelurahan Suka Maju
- Kelurahan Suka Mulia
9. Kecamatan Senapelan
- Kelurahan Sago
- Kelurahan Kampung Dalam
- Kelurahan Kampung Bandar
- Kelurahan Kampung Baru
- Kelurahan Padang Terubuk
- Kelurahan Padang Bulan
10. Kecamatan Sukajadi
- Kelurahan Sukajadi
- Kelurahan Harjosari
- Kelurahan Kedungsari
- Kelurahan Kampung Melayu
- Kelurahan Jadirejo
- Kelurahan Pulau Karam
- Kelurahan Kampung Tengah
11. Kecamatan Tampan
- Kelurahan Delima
- Kelurahan Tuah Karya
- Kelurahan Simpang Baru
- Kelurahan Sidomulyo Barat
12. Kecamatan Tenayan Raya
- Kelurahan Rejosari
- Kelurahan Sail
- Kelurahan Kulim
- KelurahanTangkerang Timur

2.1.2        Penduduk

Jumlah penduduk Kota Pekanbaru pada tahun 2015 berjumlah 1.038.118 , terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 533.217 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 504.901 jiwa. dengan jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kec Tampan.
Di Kota Pekanbaru Penduduknya merupakan Penduduk yang heterogen yang terdiri dari berbagai jenis suku, agama dan bahasa. Etnis Minangkabau menjadi Masyarakat terbesar yang berada di Kota Pekanbaru. Islam menjadi Agama mayoritas di Kota Pekanbaru dengan jumlah Pemeluk 720.623 Jiwa.

2.1.3        Sumber Daya Alam

Kota Pekanbaru bukanlah Kota Pertanian sehingga untuk komoditi pertanian terbatas pada jenis tertentu. Di tahun 2015 komoditi pertanian terbesar adalah jagung, dengan luas panen 462 Ha, sedangkan untuk Komoditi Sayuran Petsai menjadi yang terbesar dengan luas panen 192 Ha.
Untuk Perkebunan kelapa sawit mendominasi dengan luas areal 10.929 Ha dengan produksi 30.666 Ton di tahun 2015.
Populasi ternak terbanyak di Kota Pekanbaru pada tahun 2015 adalah Babi dengan jumlah 15.393 ekor, kemudian Kambing 5.488 ekor, Sapi Potong 4.608 ekor, kerbau 452 ekor, Domba 109 ekor, dan Kuda 20 Ekor.

2.1.4        Infrastruktur

Pada Saat ini Geliat Pembangunan di Kota Pekanbaru sangat pesat dikarenakan kini Kota Pekanbaru menjadi kota Metropolitan, tentu saja dengan hal tersebut harus dibarengi dengan pembangunan sarana masyarakat, baik sarana kesehatan, tempat ibadah, olahraga, dll. Pada tahun 2015 tercatat sarana ibadah Mesjid berjumlah 696 buah, mushola 490 buah, gereja protestan 172 buah, gereja katolik 10 buah, pura 19 buah, vihara 59 buah. 
Untuk Sarana kesehatan sendiri pada tahun 2015 di Kota pekanbaru terdiri dari milik pemerintah dan swasta, untuk milik pemerintah terdiri dari Rumah Sakit 6 buah, Puskesmas 20 buah, Puskesmas pembantu 34 buah, sedangkan milik swasta terdiri dari Rumah Sakit 15 buah, RS Bersalin 6 Buah, Balai Pengobatan 137 buah.  
Sedangkan Untuk Sarana Pendidikan Sendiri Kota Pekanbaru tahun 2015 tercatat jumlah Taman Kanak Kanak 251 buah, Sekolah Dasar 288 buah, Madrasah Ibtidaiyah 23 buah, Sekolah Menengan Pertama 117 buah, Madrasah Tsanawiyah 28 buah, Sekolah Menengah Atas 55 buah, Madrasah Aliyah 14 buah, Sekolah Menengah Kejuruan 56 buah

2.1.5        Pariwisata

Untuk mencapai  Kota Pekanbaru dapat ditempuh melalui beberapa pintu masuk :
a. Darat : 
Pekanbaru dengan Terminalnya Bandar Raya Payung Sekaki dapat dilalui perjalanan darat baik antar kota maupun antar provinsi. 

b. Laut/Sungai
Pekanbaru Memiliki Pelabuhan dengan nama pelabuhan Sungai Duku yang disinggahi kapal-kapal dari daerah seperti : Batam, tj Pinang, Tj Balai Karimun, Bengkalis, Sei Pakning, Selat Panjang, Siak Sri Indrapura, Sei Apit
c. Udara
Pekanbaru memiliki  Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim

Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II
 
Objek Wisata Di Kota Pekanbaru :
Masjid Agung An-Nur yang terletak di Pekanbaru merupakan gedung yang sangat megang yang memiliki arsitektur melayu, arab, turki dan india Mesjid Agung An Nur berdiri tanggal 27 Rajab 1388 H atau bertepatan dengan tanggal 19 Oktober 1968, Masjid Agung An-Nur diresmikan oleh Arifin Ahmad, Gubernur Riau waktu itu dan tahun 2000 pada masa gubernur Saleh Djasit mesjid ini direnovasi secara besar-besaran.

Masjid Agung An-Nur
Dari pembangunan tahun 2000 tersebut luas lahan masjid ini bertambah tiga kali lipat dari sebelumnya yang hanya seluas 4 hektare menjadi 12.6 hektare. Luasnya lahan masjid baru ini memberikan keleluasaan bagi penyediakan lahan terbuka untuk publik Pekanbaru termasuk di dalamnya kawasan taman nan hijau dan lahan parkir yang begitu luas.
 


Perpustakaan Soeman H.S. merupakan sebuah tempat penyimpanan arsip nasional yang berstatus perpustakaan provinsi, perpustakaan yang satu ini merupakan perpustakaan termegah yang ada di Indonesia dapat di lihat dari segi arsitektur kemegahan dari perpustakaan ini, perpustakaan Soeman H.S. ini di resmikan oleh Jusuf Kalla dan wakil gubernur Riau Wan Abu Bakar pada tahun 2008. Sedikt informasi bahwa nama perpustakaan ini diambil karena karya karya dari Soeman H.S. atas karya-karya nya sebagai rujukan anak-anak. Pemerintah sangat mendukung sekali dengan adanya perpustakaan ini agar minat baca anak-anak riau semakin besar.


Dan salah satu bangunan yang megah yaitu Anjung Seni Idrus Tintin yang merupakan salah satu ikon budaya di Kota Bertuah yaitu Pekanbaru, merupakan bangunan dengan arsitektur tradisional yang sangat menawan dengan unsur melayu, menggunakan nama seorang seniman Riau, Idrus Tintin.


                          
Dekranasda Riau, Terletak di ujung Jl. Sisingamangaraja, merupakan pusat cinderamata Riau terlengkap di Pekanbaru, berbagai macam aksesoris dapat dijumpai seperti busana melayu, batik riau, kain tenun dan songket.


Balai Adat Riau terletak di Jl. Diponegoro pekanbaru, dibangun dan di desain dengan variasi warna dan ukiran motif yang bercirikan khas Melayu. Di lantai atas terpampang dengan jelas beberapa ungkapan adat dan pasal-pasal  Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Ditempat inilah para tokoh adat dan pemuda masyarakat beraktifitas sehari-hari.
Danau Buatan Lembah Sari yang kini berganti nama menjadi ‘Danau Wisata Bandar Khayangan Lembah Sari’ berlokasi di Rumbai Pekanbaru. Obyek ini merupakan danau buatan berupa bendungan irigasi

Danau Wisata Bandar Khayangan Lembah Sari
 
Taman Rekreasi Alam Mayang merupakan nama sebuah kolam atau sarana pemancingan ikan yang berlokasi di km 8 jl. H. Imam Munandar, kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Bukit raya, Pekanbaru.

Taman Rekreasi Alam Mayang