Kabupaten Siak

2.3   Kabupaten Siak

 
Peta Kab. Siak
Sebelumnya kawasan ini merupakan bagian dari Kesultanan Siak Sri Inderapura. Di awal kemerdekaan Indonesia, Sultan Syarif Kasim II, merupakan Sultan Siak terakhir menyatakan kerajaannya bergabung dengan negara Republik Indonesia. Kemudian wilayah ini menjadi wilayah Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak. Pada tahun 1999 berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999, meningkat statusnya menjadi Kabupaten Siak dengan ibukotanya Siak Sri Indrapura.
VlSI KABUPATEN SIAK
Seusal dengan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, maka VIsi Pembangunan Kabupaten Siak Tahun 2005-2025 adalah :
Pusat  Budaya Melayu di Riau yang didukung oleh agribisnis, agroindustri dan pariwisata yang maju dalam lingkungan masyarakat yang agamis dan sejahtera pada Tahun 2025”
Untuk mewujudkan Visi jangka panjang tersebut Pemerintah tertinggi Kabupaten Siak telah menetapkan Visi jangka menengah 2006 - 2011, yaitu:
“Terwujudnya kesejahteraan rakyat yang lebib merata dan terbentuknya landasan yang kuat menuju Kabupaten Siak sebagal pusat budaya Melayu di Riau yang didukung agribisnis, agroindustri dan pariwisata yang maju”
Visi jangka menengah diatas merupakan visi periode lima tahun pertama, 2006 — 2011, dan periode pembangunan jangka panjang dua puluh lima tahunan Kabupaten Siak. Visi, mencerminkan bahwa titik berat pembangunan lima tahun pertama Kabupaten Siak adalah pemerataan kesejahteraan dan peningkatan tumpuan ekonomi pada sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan mengutamakan agroindustri sebagai lokomotif ekonomi. Hasil-hasil pembangunan lima tahun pertama tersebut menjadi landasan untuk pembangunan empat periode lima tahunan berikutnya.
Visi jangka menengah lima tahunan Kabupaten Siak, dilandasi oleh analisis kondisi umum daerah yang terjadi pada lima tahun terakhir dan  rediksi kondisi umum Kabupaten Siak lima tahun ke depan sebagai berikut:
1. Adanya tekanan yang mulal meningkat terhadap kondisi geomorfologi dan lingkungan   hidup Kabupaten Siak saat ini, akibat pertumbuhan penduduk dan persaingan untuk mendapatkan sumberdaya lahan, sumber daya air dan sumber daya lainnya. Diprediksikan dimasa depan tekanan terhadap lingkungan hidup akan semakin berat, sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk Kabupaten Siak. Untuk itu diharapkan misi-misi yang dicanangkan dapat mengatasi atau setidaknya mengurangi dampak negatif kecenderungan masa depan tersebut.
2. Adanya berbagai permasalahan demografi Kabupaten Siak saat mi, terutama permasalahan tidak meratanya kepadatan penduduk, tidak meratanya kesejahteraan rakyat, jumlah angkatan kerja, dan jumlah pencari kerja yang meningkat terus dari tahun ke tahun. Prediksi kondisi demografi dimasa mendatang mengindikasikan adanya peningkatan intensitas terhada permasalahan-permasalahan demografis tersebut. Dalam hal ini, diharapkan misi-misi yang dicanangkan dapat mengatasi atau setidaknya mengurangi dampak negatif kecenderungan masa depan tersebut.
3. Nilai-nilai dan norma-norma budaya Melayu melekat pada Sumber Daya Manusia Kabupaten Siak, karena itu pengembangannya hendaknya sejalan dengan pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan budaya Melayu dilaksanakan bersamaan dengan pengembangan sumber daya manusia, yakni sejak usia dini kepada anak-anak di Kabupaten Siak, melalui muatan lokal dalam kurikulum pendidikan usia dini, pendidikan dasar pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
4. Adanya kondisi ekonomi dan sumber daya alam Kabupaten Siak saat ini, yang mengerucut pada struktur ekonomi tertentu, yaitu struktur ekonomi yang bertumpu pada sektor Primer yang didominasi oleh lapangan usaha pertambangan. Diperlukan perubahan struktur ekonomi yang lebih menjamin kesinambungan kesejahteraan, yaitu struktur yang tidak terlalu tergantung pada sektor pertambangan. Sementara itu, lapangan usaha pertanian di Siak termasuk maju dibandingkan rata-rata Propinsi Riau. Namun kemajuannya tertekan, karena pertumbuhan dibawah rata-rata Propinsi Riau. Peningkatan produktivitas pertanian merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan pertumbuhan pertanian di Kabupaten Siak, sehingga setidaknya setara atau lebih besar dan pada rata-rata pertumbuhan Propinsi Riau.
5. Adanya sumbangan PDRB yang dominan dan Sektor Primer, terutama lapangan usaha pertambangan. Namun persentase jumlah penduduk Kabupaten Siak yang terlibat di lapangan usaha pertambangan sangat sedikit. Hal ini antara lain disebabkan teknologi produksi pada lapangan usaha pertambangan hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja. PDRB yang besar dan jumlah tenaga kerja yang sedikit, mencerminkan kemakmuran bagi tenaga kerja yang bekerja di lapangan usaha ini. Sementara itu di lapangan usaha pertanian, kontribusi PDRB yang lebih kecil dihasilkan oleh tenaga kerja yang lebih banyak. Hal ml menyebabkan ketimpangan kesejahteraan diantara masyarakat Siak. Dimasa depan, lapangan usaha pertambangan tidak akan bertambah, sehingga diperlukan dorongan ke arah sektor sekunder, terutama industri pengolahan yang berbasis agroindustri untuk penyerapan tenaga kerja, agar tercapai pemerataan kesejahteraan yang lebih baik.
6. Adanya peningkatan pada persentase jumlah penduduk yang bekerja di Sektor Tersier, walaupun kontribusi sektor ini terhadap PDRB masih relatif kecil. Kontribusi PDRB yang kecil dengan jumlah pekerja yang banyak, mengindikasikan bahwa nilai tambah yang dihasilkan masing-masing pekerja sangat kecil Perlu ada upaya peningkatan kualitas dan produktivitas Sumber Daya Manusia di sektor ini agar nilai tambah yang dihasilkan masing-masing pekerja menjadi besar. Sehingga total kontribusi nilai tambahnya terhadap PDRB menjadi besar.
7. Adanya kondisi sarana dan prasarana Kabupaten Siak yang saat mi cukup baik dalam segi kualitas, walaupun masih kurang dalam segi rasio kuantitas per penduduk, terutama rasio rumah sakit umum per penduduk. Di masa depan diprediksikan rasio jumlah sarana dan prasarana per penduduk di Kabupaten Siak akan semakin kecil akibat tidak sebandingnya pertumbuhan jumlah penduduk dengan pertumbuhan jumlah sarana dan prasarana.
8. Adanya kondisi Pemerintahan Kabupaten Siak yang saat mi semakin dituntut untuk meningkatkan kinerja dalam segi kualitas pelayanan, keandalan pelayanan, cepat tanggap dalam pelayanan, keyakinan pelayanan, bagi rasa dan perhatian dalam pelayanan. Diprediksikan dimasa depan tuntutan terhadap kinerja pemerintahan akan semakin tinggi.
MISI KABUPATEN SIAK
Seusai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Siak Tahun 2005 - - 2025, maka misi jangka panjang Kabupaten Siak adalah sebagai berikut:
1. Misi Mewujudkan Kabupaten Siak sebagai pusat budaya Melayu di Riau adalah  menjadikan Adat-istiadat Melayu sebagai nilai dasar dan alat pemersatu warga dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas serta menjunjung tinggi norma-norma hukum.
2. Misi Mewujudkan Kabupaten Siak dengan sektor agrobisnis, agroindustri dan pariwisata yang maju adalah mendorong pembangunan sektor-sektor tersebut untuk yang menjamin pemerataan yang seluas-luasnya didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, infrastruktur yang maju, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan berwawasan lingkungan;
3. Misi Mewujudkan Kabupaten Siak yang agamis dan sejahtera adalah mendorong pembangunan yang mampu mewujudkan rasa aman dan damai, mampu menampung aspirasi masyarakat yang dinamis, yang menjamin penegakan hukum yang adil, konsekuen, tidak diskriminatif, mengabdi pada kepentingan masyarakat luas. Untuk melaksanakan Misi jangka panjang tersebut Pemerintah tertinggi Kabupaten Siak telah menetapkan Misi jangka menengah untuk lima tahun ke depan (2006 — 2011), yaitu:
  1. Mengembangkan dan meningkatkan sarana prasarana daerah yang mendukung peningkatan pemerataan pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan;
  2.  Mengembangkan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia professional yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan berjiwa kewirausahaan dengan dIandasi keimanan, ketaqwaan, dan nhlal—nhlal Budaya Melayu;
Memberdayakan masyarakat, sumber daya alam dan seluruh kekuatan ekonomi daerah untuk memperkuat landasan struktur perekonomian berbasis kerakyatan yang bertumpu pada agribisnis, agroindustri dan pariwisata;

2.3.1        Geografis

Secara geografis Kabupaten Siak terletak pada koordinat 10 16’ 30” — 00 20’ 49” Lintang Selatan dan 1000 54’ 21” 102° 10’ 59” Bujur Timur. Secara fisik geografls memiliki kawasan pesisir pantai yang berhampiran dengan sejumlah negara tetangga dan masuk kedalam daerah segitiga pertumbuhan (growth triangle) Indonesia - Malaysia – Singapura. Dengan luas wilayah 8.599,09 km2.
Kabupaten Siak Berbatasan dengan :
  • Sebelah utara        : Kabupaten bengkalis
  • Sebelah Selatan    : Kabupaten Kampar, Pelalawan dan Kota Pekanbaru
  • Sebelah Timur      : Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan
  • Sebelah Barat       : Kabupaten Bengkalis, Rohul, Kampar, dan Kota Pekanbaru

2.3.2        Penduduk

Komposisi Penduduk Kabupaten Siak tahun 2015, sebagaimana tergambar dari piramida penduduk di samping, dapat terlihat bahwa penduduk Kabupaten Siak terbanyak di usia 0 - 4 tahun. Hal ini menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk di Kabupaten Siak cukup tinggi. Selain itu, gambar tersebut juga memperlihatkan bahwa penduduk Kabupaten Siak sebagian besar pada usia muda/dewasa yang mengindikasikan potensi tenaga kerjanya besar.
Jumlah penduduk Siak terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015, jumlah penduduk pertengahan tahun Kabupaten Siak mencapai 440.841 jiwa mengalami peningkatan 2,88 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan kepadatan penduduk rata – rata Kabupaten Siak di tahun 2015 sebesar 51,52 jiwa/km2.

2.3.3        Sumber Daya Alam

Produksi pertanian tanaman pangan padi Kabupaten Siak pada tahun 2014 sebesar 11,35 persen dari total produksi tanaman padi Provinsi Riau. Produksi tanaman pangan masih harus terus ditingkatkan mengingat persentase ketersediaan beras tiap tahun rata – rata Kabupaten Siak yang masih di bawah 60 persen.
Produktivitas tanaman kelapa sawit di kabupaten Siak pada tahun 2015 rata – rata sebesar 3,69 Ton/Ha.
Kabupaten Siak memiliki potensi sumber daya mineral berupa minyak dan gas bumi. Lapangan Minyak dan gas bumi pada cekungan Sumatera Tengah umumnya terperangkap dalam struktur lipatan antiklin. Formasi Sihapas yang umumnya tersusun atas batu pasir deltaic, merupakan reservoir utama dan tertutup oleh lapisan lempung dan serpih dan formasi Telisa. Diyakini minyak bumi tersebut merupakan migrasi dan formasi Bangko. Selain minyak bumi, gas juga ditemukan pada formasi Sihapas dan dalam jumlah yang besar ditemukan pada lapangan Libo dan Talas. (Sumber: Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Siak, Tahun 2002 — 2011). 
Lapangan minyak utama pada cekungan Sumatera Tengah ini adalah lapangan Minas, yang ditemukan pada tahun 1944 oleh tentara Jepang dan berproduksi pertama kali pada tahun 1952 dengan total cadangan diperkirakan mencapai 2 milyar barrel. Zona produksi ini diperkirakan 28 km x 10 km dengan kedalaman 2000 ft - 2600 ft. Jumlah sumur produksi sekitar 345 sumur, termasuk 8 sumur kering dan 47 sumur injeksi air. Total produksi lapangan ini mencapai 350.000 barrel per hari.

2.3.4        Infrastruktur

Banyaknya sekolah untuk jenjang pendidikan SD dan MI di Siak adalah 243 sekolah. Pada jenjang pendidikan SMP dan MTs adalah 135 sekolah, sedangkan jumlah SMA dan MA di kabupaten Siak ada 27 sekolah dan SMK 25 Sekolah.
Kondisi tempat tinggal di Siak semakin membaik, pada tahun 2015 hanya sekitar 0,30 persen rumah tangga yang tidak mempunyai fasilitas tempat buang air besar, sedangkan sebanyak 95,7 persen rumah tangga sudah mempunyai tempat buang air besar sendiri. Salah satu indikasi rumah sehat menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah rumah tinggal yang memilki luas lantai per kapita minimal 10 m 2 . Pada tahun 2015 masih ada sekitar 0,30 persen rumah tangga di Siak dengan luas lantai kurang dari 10 m 2 . Akses terhadap air minum bersih sudah cukup mudah bagi penduduk Siak. Air isi ulang masih menjadi pilihan utama pemenuhan air minum sebagian besar rumah tangga, yakni digunakan oleh 52,4 persen rumah tangga di Siak.
Jalan sebagai sarana penunjang transportasi memiliki peran penting khususnya untuk transportasi darat. Untuk mendukung transportasi darat, pemerintah daerah telah membangun jalan sepanjang 2.880,190 km pada tahun 2014. Dari total jalan yang ada; 935,32 km berupa aspal dan 1.944,87 km bukan aspal yakni berupa kerikil, tanah, maupun semenisasi.

2.3.5        Pariwisata

 Untuk mencapai Siak Sri Indrapuradapat ditempuh melalui Perjalanan Darat dari Kota Pekanbaru dapat ditempuh dengan waktu 2 jam atau bisa melalui sungai menggunakan Speedboat dengan waktu kurang lebih 2 jam. 
 
Objek Wisata Di Kabupaten Siak :
Komplek Istana Siak, istana siak adalah sebuah kerajaan Melayu Islam yang terbesar  di Riau, mencapai masa Kejayaan pada abad ke 16 sampai abad ke 20. Dalam silsilah Sultan-sultan Kerajan Siak Sri Indrapura dimulai pada tahun 1725 dengan 12 Sultan yang pernah bertahta. Sekarang Istana Siak Sri Indrapura dijadikan tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan.

Istana Siak Sri Indrapura
 
Jembatan tengku Agung Sultanah Latifah, jembatan ini menjadi kebanggan masyarakat siak, yang juga menjadi landmark baru bagi Kabupaten Siak. Jembatan dengan panjang 1.196 meter dan lebar 16,96 meter ini ditengah-tengahnya berdiri Menara masing-masing setinggi 80 meter.

Jembatan tengku Agung Sultanah Latifah
 
            Mesjid Raya Syahabuddin, terletak sekitar 500 meter di depan Istana Siak, dengan bentuk yang khas dan unik. Didalamnya terdapat sebuah mimbar yang terbuat dari kayu berukir indah bermotifkan daun, sulur dan bunga.
            Danau Zamrud, kawasan ini terletak 180 km dari Kota Pekanbaru, merupakan daerah operasional penambangan minyak bumi, bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam perjalanan darat. Danau Zamrud terdiri dari dua danau berdampingan yang keduanya memiliki air berwarna hitam, yaitu Danau Pulau Besar dan Danau bawah.

Danau Zamrud
            Bangunan Peninggalan Belanda,  terdapat di kelurahan Benteng Hilir. Bangunan peninggalan Belanda ini berupa bekas rumah dan kantor belanda yang saat ini sudah dimakan usia dan sudah dilakukan pemugaran dan perbaikan sesuai dengan aslinya. Demikian pula di Benteng Hulu terdapat bangunan tangki militer Belanda