Kabupaten Pelalawan

2.3   Kabupaten Pelalawan


Kab. Pelalawan
Kabupaten Pelalawan dibentuk berdasarkan UU. No. 53 Tahun 1999, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kampar, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 12 Oktober 1999. Sementara peresmian operasionalnya dilakukan oleh Bapak Gubernur Riau pada tanggal 5 Desember 1999, dimana Pangkalan Kerinsi sebagai Ibu Kota Kabupaten Pelalawan.
Pembentukan Kabupaten Pelalawan atas dasar Kesepakatan dan Kebulatan Tekad bersama yang dilakukan melalui musyawarah besar masyarakat Kampar Hilir pada tanggal 11 s/d 13 April 1999 di Pangkalan Kerinci. Rapat tersebut menghadirkan seluruh komponen masyarakat yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Lembaga-Lembaga Adat, Kaum Intelektual, Cerdik Pandai dan Alim Ulama. Dari musyawarah besar tersebut ditetapkan Pelalawan yang bermula dari Kerajaan Pekantua, yang melepaskan diri dari Kerajaan Johor tahun 1699 M, kemudian berkuasa penuh atas daerah ini. 
Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Riau No. KPTS.528/XI/2000 tangal 9 November tahun 2000 tentang diresmikannya keanggotaan DPRD Kabupaten Pelalawan hasil Pemilu Tahun 1999 sebanyak 25 orang. Pengambilan sumpah dilaksanakan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang atas nama Ketua MA RI tanggal 15 November tahun 2000. 
Dengan terbentuknya Legislatif (DPRD) Kabupaten Pelalawan, maka pemilihan Bupati Pertama dilakukan pada tanggal 5 Maret 2001 melalui Sidang Paripurna, terpilihlah pasangan T.Azmun Jaafar, SH dengan ABD.Anas Badrun sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan Periode 2001 s/d 2006. Pada tanggal 5 April 2004 diadakan Pemilihan Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan secara langsung dipilih oleh rakyat, dari hasil pemilihan tersebut terbentuk DPRD Kabupaten Pelalawan dengan Surat Keputusan No.KPTS.508/VIII/2004 tentang Anggota Dewan Kabupaten Pelalawan Masa Jabatan 2004 – 2009 yang diresmikan pengangkatannya. 
Setahun setelah Pemilihan Anggota DPRD tepatnya tanggal 8 Februari 2006 diadakan pemilihan Bupati / Wakil Bupati secara langsung dipilih oleh rakyat, hasil pemilihan tersebut memenangkan pasangan T.Azmun Jaafar dengan Rustam Effendi yang kemudian di kukuhkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.131-14-94 Tahun 2006 tentang pengesahan pemberhentian dan pengangkatan Bupati Pelalawan Propinsi Riau.
Di kabupaten ini juga terdapat bandara yaitu Bandara Sultan Syarief Haroen II terletak di Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan,tepatnya di Komplek PT. RAPP (Riau Andalan Pulp and Papper).
VISI KABUPATEN PELALAWAN
terwujudnya kabupaten pelalawan maju dan sejahtera, melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh pertanian yang unggul dan industri yang tangguh dalam masyarakat yang beradat, beriman, bertaqwa dan bebudaya melayu tahun 2030 “

            Rumusan Visi tersebut diatas mengandung makna sebagai berikut
  1. Kabupaten Pelalawan yang maju dan sejahtera
  2. Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan
  3. Pertanian yang unggul
  4. Industri yang tangguh
  5. Masyarakat beriman dan bertaqwa serta bebudaya melayu
 
visi bupati pelalawan periode 2011 - 2016
"pembaharuan menuju kemandirian pemerintah dan masyarakat kabupaten  pelalawan"
MISI KABUPATEN PELALAWAN
  1. Meningkatkan kualitas kehidupan dengan terpenuhinya kebutuhan dasar,  sandang pangan, papan, pendidikan, kesehatan, bermartabat dan berbudaya. 
  2. Menciptakan lapangan kerja yang meningkatkan pendapatan masyarakat masyarakat melalui pembangunan usaha ekonomi kerakyatan.
  3. Meningkatkan hasil dan mutu pertanian melalui pemanfaatkan teknologi berbasis agrobisnis serta pengelolaan hutan-hutan yang lestari.
  4. Menciptakan dan membina industri yang mampu menghasilkan produk yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.
  5. Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari melalui pendidikan agama dan memfungsikan lembaga-lembaga keagamaan sebagai wadah pembinaan umat.
 
 
 

2.3.1        Geografis

Secara geografis, Pelalawan berada di 00° 46,24' LU sampai 00° 24,34 LS dan 101° 30,37' BT sampai dengan 103° 21,36' dengan luas 1.392.494 Ha atau 14,73 % dari luas wilayah Propinsi Riau (9.456.160 Ha) yang sebagian besar wilayah terdiri dari daratan, dan sebagian lainnya kepulauan.
Kabupaten Pelalawan terletak di pesisir Timur Pulau Sumatera, dengan wilayah daratan yang membentang di sepanjang bagian Hilir Sungai Kampar serta berdekatan dengan Selat Malaka dengan batas-batas wilayah :
  • Sebelah Utara        : berbatasan dengan Kabupaten Siak
  • Sebelah Selatan     : berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hulu dan
                                            Kabupaten Indragiri Hilir
  • Sebelah Barat        : berbatasan dengan Kota Pekanbaru dan Kabupaten
                                            Kampar
  • Sebelah Timur       : berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Riau
Adapun daratan merupakan perbukitan dan dataran, sedangkan perairan terdiri dari Sungai, dan laut. Kabupaten Pelalawan memiliki beberapa pulau yang relatif besar, diantaranya Pulau Mendul, Pulau Serapung, Pulau Lebuh, Pulau Muda dan beberapa pulau kecil, seperti Pulau Ketam, Pulau Tugau dan Pulau Labu.
Di Kabupaten Pelalawan terdapat 106 Pemerintahan  Desa, 12 Pemerintahan Kelurahan. Desa-desa tersebut ada yang terletak di pinggiran Sungai, ada juga di Perkebunan, dan Transmigrasi, serta 12 Kecamatan dengan Kecamatan terluas adalah Kecamatan Teluk Meranti yaitu 423.984 Ha ( 30,45 % ) dan kecamatan yang paling kecil adalah Pangkalan Kerinci dengan luas 19.355 Ha atau 1,39% dari luas Kabupaten Pelalawan.Kecamatan Pangkalan Kerinci sebagai ibukota Kabupaten Pelalawan adalah Ibukota Kecamatan yang mempunyai jarak terdekat dengan ibukota kabupaten yaitu 1 Km sedangkan jarak terjauh dari ibukota Kabupaten adalah ibikota Kecamatan Kuala Kampar yaitu Desa Teluk Dalam
Kabupaten Pelalawan terdiri dari 12 kecamatan :
1. Langgam, luas 144.245,09 Ha
2. Bunut, luas 40.802,77 Ha
3. Pangkalan Kuras, luas 118.388,79 Ha
4. Kuala kampar, luas 150.265,19 Ha
5. Pangkalan Kerinci, luas 19.355,53 Ha 
6. Ukui, luas 129.956,06 Ha 
7. Pelalawan, luas 149.811,31 Ha
8. Pangkalan Lesung, luas 50.485,12 Ha
9. Kerumutan, luas 96.003,66 Ha
10. Teluk Meranti, luas 423.984,41 Ha 
11. Kecamatan Bandar Petalangan, Luas 37.255,16 Ha
12. Kecamatan Bandar Sekijang, Luas 31.941,2 Ha
Sebagian besar dataran wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan dataran rendah dan sebagian lagi merupakan daerah perbukitan yang bergelombang. Secara fisik sebagian wilayah ini merupakan daerah konservasi dengan karakteristik tanah pada bagian tertentu bersifat asam dan merupakan tanah organik, air tanahnya payau, kelembaban dan temperatur udara agak tinggi. 
Secara umum ketinggian beberapa daerah/kota berkisar antara 3-6 meter dengan kemiringan lahan rata-rata ± 0-15% dan 15-40 %.
Daerah/kota yang tinggi adalah Sorek I Kecamatan Pangkalan Kuras dengan ketinggian ± 6 meter dan yang terendah adalah Teluk Dalam Kecamatan Kuala Kampar dengan ketinggian ± 3,5 meter
Diwilayah Kabupaten Pelalawan dialiri sebuah Sungai Kampar dengan ratusan anak sungai. Panjang Sungai Kampar ± 413,5 km, dengan kedalaman rata-rata ± 7,7 meter, lebar rata-rata 143 meter. Sungai ini dan anak-anak sungainya berfungsi sebagai prasarana perhubungan,sumber air bersih,budidaya perikanan dan irigasi.
Wilayah dataran rendah kabupaten Pelalawan pada umumnya merupakan dataran rawa gambut, dataran aluvium sungai dengan daerah dataran banjirnya. Dataran ini dibentuk oleh endapan aluvium muda dan aluvium tua terdiri dari endapan pasar,danau,lempung,sisa tumbuhan dan gambut.

2.3.2        Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Pelalawan pada tahun 2014 berjumlah 386.428 , terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 203.683 jiwa dan penduduk perempuang sebanyak 182.745 jiwa.dengan jumlah penduduk terbanyak terdapat di pangkalan kerinci.
Dikabupaten Pelalawan Penduduknya merupakan Penduduk yang heterogen yang terdiri dari berbagai jenis suku dan bahasa. Namun walaupun merupakan masyarakat yang heterogen penduduk yang ada di Kabupaten Pelalawan baik penduduk asli maupun para pendatang hidup dalam lingkungan yang harmonis. Suku yang utama yang  terdapat di Kabupaten Pelalawan adalah suku Melayu, sedangkan suku pendatang yang ada di Kabupaten Pelalawan ini cukup banyak yaitu suku Minang, suku Batak, suku Aceh, suku Jawa, suku Sunda, Banjar dan Bugis. Dikabupaten Pelalawan ini juga terdapat suku asli pedalaman yaitu suku Mamak,suku Laut dan Suku sakai

2.3.3        Sumber Daya Alam

Secara garis besar Kabupaten Pelalawan mempunyai potensi sumber daya alam yang cukup tinggi. Sumber daya alam tersebut dapat berasal dari sumber daya hutan, sumber daya mineral, sumber daya pertanian, sumber daya perikanan, sumber daya peternakan dan lainnya. Selain kaya akan sumber daya alam, Kabupaten Pelalawan juga memiliki potensi kawasan yang sangat strategis. Kabupaten Pelalawan merupakan suatu daerah yang ditetapkan Propinsi Riau sebagai salah satu sentra perdagangan lintas batas dengan negara tetangga yaitu Malaysia. Kedua kondisi tersebut tentunya merupakan potensi yang besar untuk mengoptimalkan dan meningkatkan fungsi kawasan sebagai pusat atau sentra berbagai kegiatan produksi, industri dan jasa.
Potensi sumber daya alam yang dimiliki kabupaten ini merupakan salah satu andalan dalam pemanfaatan dan pengembangan sum daerah. Untuk menggali potensi sumber daya alam di Kabupaten Pelalawan, diperlukan kajian terhadap inventarisasi potensi jenis sumber daya alam yang ada, dan tingkat pemanfaatannya, selanjutnya disusun dalam bentuk data kuantitatif dalam bentuk peta sumber daya alam. Dengan berbekal data potensi, maka pengelolaan kawasan di Kabupaten Pelalawan dapat dilakukan dengan baik, sehingga dapat terhindar terjadinya kerusakan lingkungan sebagaimana dialami oleh kawasan lainnya di Pulau Sumatera. Di samping kekayaan sumber daya alam yang sangat beragam, lingkungan daratan dan pesisir Kabupaten Pelalawan juga menjadi tempat bermukim masyarakat. Dengan demikian, wilayah Kabupaten Pelalawan menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi daerah melalui aktivitas masyarakat seperti perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, industri dan sebagainya. Wilayah Kabupaten Pelalawan dapat memberikan kontribusi dalam menyumbang pendapatan daerah.ber daya alam yang dapat digunakan untuk menunjang program pembangunan.

2.3.4        Infrastruktur

Sarana kesehatan sendiri pada tahun 2015 di Kabupaten Pelalawan terdiri dari 5 unit Rumah Sakit, 11 unit praktek Dokter, 6 unit prakter Dokter Gigi, 12 unit Puskesmas, 36 unit Puskesmas Pembantu, 95 unit Poskesdes/Polindes, dan 341 unit Posyandu.  
Sedangkan Untuk Sarana Pendidikan Sendiri Kabupaten Pelalawan Tahun 2014, jumlah bangunan sekolah negeri yaitu Sekolah Dasar 202 unit, SMP 48 unit dan SMA/SMK 28 unit. Sedangkan jumlah kelas sebanyak 1.604 kelas untuk SD, 326 untuk SMP dan 316 untuk SMA/SMK.
 
 
 

2.3.5        Pariwisata

Kabupaten Pelalawan memiliki banyak obyek wisata, sebagai berikut:
1. Wisata Alam
  • Taman Nasional Tesso Nilo

Taman Nasional Tesso Nilo
  • Bono Sungai Kampar
  • Sungai Kampar
  • Danau Tajwid
  • Hutan Rindang
2. Wisata Budaya
  • Upacara Potang Balimau
3. Wisata Sejarah
  • Makam Mahmud Syah dari Malaka
  • Komplek Makam Raja-Raja Pelalawan
  • Istana Kesultanan Pelalawan

Istana Kesultanan Pelalawan
  • Balai Adat Pelalawan
  • Makam Panglima Kudin
4. Wisata Minat Khusus
  • Tugu Selamat Datang Kota Pangkalan Kerinci