Politik, Hukum dan Keamanan

1. Hukum

Hukum merupakan serangkaian aturan yang dibuat manusia agar kehidupan yang berlangsung aman dan nyaman. Hukum dibuat atas nama manusia tidak memandang status sosial dan berlaku seadil adilnya. Hukum berfungsi memberikan perlindungan kepada manusia dalam memenuhi berbagai macam kepentingannya, dengan syarat manusia juga harus melindungi kepentingan orang lain. Seperti yang kita ketahui bahwa penegakan hukum di Indonesia dilaksanakan oleh pihak-pihak yang berwenang.

Tingkat kriminalitas di Provinsi Riau memang masih tergolong cukup tinggi. Ada banyak kasus kriminalitas yang telah ditangani oleh pihak berwenang, beberapa diantaranya berkaitan dengan tindak pidana penyalahgunaan narkoba, illegal loging, korupsi dan lain-lain.  Untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, lembaga pemasyarakatan, lembaga pembinaan dan rumah tahanan negara merupakan fasilitas yang diberikan guna penegakan hukum serta pembinaan terhadap pelaku kriminalitas.

Di Provinsi Riau terdapat beberapa fasilitas atau UPT Pemasyarakatan yang tersebar di 12 Kabupaten/Kota baik lembaga pemasyarakatan, lembaga pembinaan anak,  maupun rumah tahanana negara (rutan), sebagai berikut:





Hingga bulan Mei tahun 2017, tercatat total jumlah Narapidana dan tahanan pada UPT Pemasyarakatan Kanwil Kemnekumham  pada Kab/Kota di Provinsi Riau masing-masing sebanyak 2.602 orang  dan 7.852 orang. Dari jumlah tersebut tercatat jumlah narapidana laki-laki dewasa tertinggi sebanyak 7.346 orang. Sementara jumlah terendah yaitu tahanan anak perempuan dan anak perempuan masing-masing 2 orang. Jika dilihat dari kapasitas penjara yang terbatas untuk 3.526 orang, sementara total tahanan dan narapidana sebanyak 10.456 orang maka terjadi over kapasitas sebesar 297 persen.

Selain itu, jumlah penghuni pidana khusus di jajaran UPT Kanwil Kemenkumam Riau tercatat sebanyak 5131orang dimana jumlah tersebut didominasi oleh penghuni tindak pidana narkoba yang terdiri dari 3.992 orang penghuni pidana pengedar narkoba dan  804 orang penghuni pidana pengguna narkoba. Selanjutnaya, terdapat 212 penghuni pidana korupsi dan 117 penghuni pidana illegal logging. Jumlah terendah yaitu 1 orang penghuni pidana pencucian uang yang yang berada di lapas kelas II A Bengkalis, diikuti 2 orang penhuni pidana terorisme di Lapas Kelas II A Pekanbaru dan 3 orang penghuni pidana Human Trafficking.

Berdasarkan besaran hukuman pidana, sebagian besar narapidana dan tahanan dijatuhi hukuman 1 hingga 10 tahun kurangan penjara. Selain itu terdapat 27 orang yang dijatuhi hukuman seumur hidup dan 8 orang dijatuhi hukuman mati.