Kabupaten Indragiri Hilir

2.3   Kabupaten Indragiri Hilir


Peta Kabupaten Indragiri Hilir
Pada awal kemerdekaan Indonesia, Indragiri (Hulu dan Hilir) masih merupakan satu kabupaten. Kabupaten Indragiri ini terdiri atas 3 kewedanaan, yaitu Kewedanaan Kuantan Singingi dengan ibu kotanya Teluk Kuantan, Kewedanaan Indragiri Hulu dengan ibu kotanya Rengat dan Kewedanaan Indragiri Hilir dengan ibu kotanya Tembilahan.
Kewedanaan Indragiri Hilir membawahi 6 wilayah yaitu:
  1. Wilayah Tempuling/Tembilahan.
  2. Wilayah Enok.
  3. Wilayah Gaung Anak Serka.
  4. Wilayah Mandah/Kateman.
  5. Wilayah Kuala Indragiri.
  6. Wilayah Reteh
Perkembangan tata pemerintahan selanjutnya, menjadikan Indragiri Hilir dipecah menjadi dua kewedanaan masing-masing:
Kewedanaan Indragiri Hilir Utara
Ibu kotanya berada di Tembilahan, terbagi atas:
  1. Kecamatan Tempuling.
  2. Kecamatan Tembilahan.
  3. Kecamatan Gaung Anak Serka.
  4. Kecamatan Mandah.
  5. Kecamatan Kateman.
  6. Kecamatan Kuala Indragiri.
Kewedanaan Indragiri Hilir Selatan
Ibu kotanya berada di Enok, terbagi atas:
  1. Kecamatan Enok.
  2. Kecamatan Reteh.
Merasa persyaratan administrasinya terpenuhi maka masyarakat Indragiri Hilir memohon kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Riau, agar Indragiri Hilir dimekarkan menjadi kabupaten Daerah Tingkat II yang berdiri sendiri (otonom).
Setelah melalui penelitian, baik oleh Gubernur maupun Departemen Dalam Negeri, maka pemekaran diawali dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau (Provinsi Riau) tanggal 27 April 1965 nomor 052/5/1965 sebagai Daerah Persiapan Kabupaten Indragiri Hilir.
Pada tanggal 14 Juni 1965 dikeluarkanlah Undang-undang nomor 6 tahun 1965 Lembaran Negara Republik Indonesia no. 49, maka Daerah Persiapan Kabupaten Indragiri Hilir resmi dimekarkan menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Indragiri Hilir (sekarang Kabupaten Indragiri Hilir) yang berdiri sendiri, yang pelaksanaannya terhitung tanggal 20 November 1965.
Berdasarkan kondisi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir saat ini, tantangan yang dihadapi dalam 20 tahun mendatang serta dengan memperhitungkan modal dasar yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir dan amanat pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir adalah menjadikan:
"indragiri hilir berjaya dan gemilang tahun 2025"
Misi
Misi dijabarkan kedalam 5 PILAR Pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir
5 (Lima) PILAR Pembangunan Indragiri Hilir :
  • Pilar Pertama, Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepemimpinan pemerintahan lewat praktek tatakelola yang bersih dan baik (Good Governance) dengan menerapkan kepemerintahan daerah yang amanh dan masyarakatnya partisipasif dalam pembangunan.
  • Pilar Kedua, Mengembalikan kejayaan Kabupaten Indragiri Hilir yang dalam sejarahnya dikenal sebagai salah satu daerah maju dan terdepan dengan mengoptimalkan pengelolaan potensi SDA dan SDM.
  • Pilar Ketiga, Memperkokoh pelaksanaan demokrasi, semangat kegotong - royongan, memelihara kerukunan, ketentraman dan ketertiban, serta mendukung supremasi hukum.
  • Pilar Keempat, Meningkatkan keterpaduan dan keharmonisan antar para pemangku kepentingan didaerah, maupun dalam hubungan lintas Kota/Kabupaten lain, Provinsi Nasional dan Internasional dalam rangka menata pembangunan Inhil.
  • Pilar Kelima, Mendorong terwujudnya prestasi-prestasi pembangunan yang mengutamakan partisipasi dan manfaat kemaslahatan bagi masyarakat Indragiri Hilir seluas - luasnya, sehingga Inhil menjadi barometer baru pencapaian kemajuan pembangunan di Provinsi Riau

2.3.1        Geografis

Secara astronomis, Kabupaten Indragiri HIlir terletak antara 0 36’ Lintang Utara dan 1 07’ Lintang Selatan, dan antara 104 10’−102 32’ Bujur Timur. dengan luas 11.605,97 km2 , dengan batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah utara        : Kabupaten Pelalawan
  • Sebelah Selatan    : Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi
  • Sebelah Timur      : Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau
  • Sebelah Barat       : Kabupaten Indragiri Hulu
Pembagian Wilayah di Kab Indragiri Hilir :
Kecamatan Batang Tuaka, dengan desa:
  • Gemilang Jaya
  • Kuala Sebatu
  • Sialang jaya
  • Sungai Dusun
  • Sungai Junjungan
  • Sungai Luar
  • Sungai Piring
  • Sungai Rawa
  • Sungai Raya
  • Tanjung Siantar
  • Tasik Raya
 
Kecamatan Concong dengan desa:
  • Concong Dalam
  • Concong Luar
  • Concong Tengah
  • Kampung Baru
  • Panglima Raja
  • Sungai Berapit
Kecamatan Enok, dengan desa:
  • Bagan Jaya
  • Enok
  • Jaya Bhakti
  • Pengalihan
  • Pusaran
  • Rantau Panjang
  • Simpang Tiga
  • Suhada
  • Sungai Ambat
  • Sungai Lokan
  • Sungai Rukam
  • Teluk Medan
Kecamatan Gaung , dengan desa:
  • Belantaraya
  • Jerambang
  • Kuala Lahang
  • Lahang Baru
  • Lahang Hulu
  • Lahang Tengah
  • Pungkat
  • Simpang Gaung
  • Sungai Baru
  • Teluk Kabung
  • Terusan Kempas
Kecamatan Gaung Anak Serka, dengan desa:
  • Kuala Gaung
  • Rambaian
  • Sungai Empat
  • Sungai Iliran
  • Teluk Pantaian
  • Teluk Pinang
  • Teluk Sungka
  • Teluk Tuasan
Kecamatan Kateman Rupat Utara, dengan Desa:
  • Air Tawar
  • Kuala Selat
  • Penjuru
  • Sari Mulya
  • Sungai Simbar
  • Sungai Teritip
  • Tagaraja
  • Tanjung Raya
Kecamatan Kempas, dengan desa:
  • Bayas Jaya
  • Harapan Tani
  • Karya Tani
  • Kempas Jaya
  • Pekan Tua
  • Rumbai Jaya
  • Sungai Arah
  • Sungai Gantang
Kecamatan Kemuning, dengan Desa:
  • Air Balui
  • Batu Ampar
  • Kemuning Muda
  • Kemuning Muda
  • Keritang
  • Limau Manis
  • Lubuk Besar
  • Sekara
  • Selensen
  • Talang Jangkang
  • Tuk Jimun
Kecamatan Keritang, dengan Desa:
  • Kembang Mekar Sari
  • Kota baru Reteh
  • Kota Baru Seberida
  • Kuala Keritang
  • Kuala Lemang
  • Nusantara jaya
  • Pancur
  • Pasar Kembang
  • Pebenaan
  • Pengalihan
  • Seberang Pebenaan
  • Sencalang
  • Teluk Kelasa
Kecamatan Kuala Indragiri, dengan kelurahan:
  • Sapat
Desa :
  • Perigi Raja
  • Sungai Bela
  • Sungai Buluh
  • Sungai Piai
  • Tanjung Lajau
  • Tanjung Melayu
  • Teluk Dalam
Kecamatan Mandah, dengan Desa:
  • Bakau Aceh
  • Bantayan
  • Batang Tumu
  • Bekawan
  • Belaras
  • Bente
  • Igal
  • Khairiah Mandah
  • Pelanduk
  • Pulau Cawan
Kecamatan Pelangiran, dengan Desa:
  • Bagan Jaya
  • Baung Rejo Jaya
  • Catur Karya
  • Intan Mulya Jaya
  • Pelangiran
  • Pinang Jaya
  • Rotan Semelur
  • Kateman
  • Tagagiri Tama Jaya
  • Tanjung Simpang
  • Tegal Rejo
  • Teluk Bunian
  • Wonosari
Kecamatan Pulau Burung, dengan Desa:
  • Bangun Harjo
  • Binangun Jaya
  • Bukit Sari Intan Jaya
  • Keramat Jaya
  • Manunggal Jaya
  • Mayang Sari Jaya
  • Pulau Burung
  • Ringin Jaya
  • Sapta Jaya
  • Sempadan Jaya
  • Sri Danai
  • Suka Jaya
  • Suko Harjo Jaya
  • Sungai Danai
  • Teluk Nibung
Kecamatan Reteh, dengan Desa:
  • Mekar Sari
  • Pulau Kecil
  • Pulau Kijang
  • Pulau Ruku
  • Sanglar
  • Seberang Pulau Kijang
  • Seberang Sanglar
  • Sungai Asam
  • Sungai Terab
  • Sungai Undan
Kecamatan Sungai Batang, dengan kelurahan:
  • Benteng
Desa :
  • Benteng Barat
  • Benteng Utara
  • Kuala Patah Arang
  • Kuala Sungai Batang
  • Pasenggerahan
Kecamatan Teluk Merah, dengan Desa:
  • Kuala Enok
  • Selat Nama
  • Sungai Laut
  • Sungai Nyiur
  • Tanah Merah
  • Tanjung Baru
  • Tanjung Pasir
  • Tekulai Bugis
  • Tekulai Hilir
  • Tekulai Hulu
Kecamatan Teluk Balengkong, dengan Desa:
  • Beringin Mulya
  • Gembaran
  • Griya Mukti Jaya
  • Hibrida Jaya
  • Hibrida MUlya
  • Indra Sari Jaya
  • Kelapa Putih Jaya
  • Saka Rotan
  • Sapta Mulya Jaya
  • Sumber Jaya
  • Sumber Makmur Jaya
  • Sumber Sari Jaya
  • Tunggal Rahayu Jaya
Kecamatan Tembilahan, dengan Kelurahan:
  • Pekan Arba
  • Seberang Tembilahan
  • Sungai Beringin
  • Sungai Beringin
  • Sungai Perak
  • Tembilahan Hilir
  • Tembilahan Kota
  • Seberang Tembilahan Barat
  • Seberang Tembilahan Selatan
Kecamatan Tembilahan Hulu, dengan kelurahan:
  • Tembilahan Hulu
  • Tembilahan Barat
Desa :
  • Pekan Kamis
  • Pulai Palas
  • Sialang Panjang
  • Sungai Intan
Kecamatan Tempuling, dengan kelurahan:
  • Sungai Salak
  • Pangkalan Tujuh
  • Tanjung Pidada
  • Tempuling
Desa :
  • Harapan Jaya
  • Karya Tunas Jaya
  • Mumpa
  • Teluk Jira
  • Teluk Kiambang

2.3.2        Penduduk

Penduduk Kabupaten Indragiri Hilir pada tahun 2015 berjumlah 703.734 jiwa. Dimana, jumlah penduduk laki-laki di Kabupaten Indragiri Hilir lebih banyak daripada penduduk perempuan. Hal ini ditunjukkan oleh sex ratio sebesar 106. Berarti setiap 100 penduduk perempuan terdapat 106 penduduk laki-laki. Penduduk laki-laki pada tahun 2015 berjumlah 361.315 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 342.419 jiwa

2.3.3        Sumber Daya Alam

Pada tahun 2015, luas panen jagung meningkat 37,30% dibanding tahun 2014, diikuti padi sawah 18,19%, kacang hijau 12,82%, dan padi ladang 2,28%. Namun luas panen kedelai pada tahun 2015 menurun dratis sebesar 67,57% dibanding tahun 2014, diikuti ubi jalar 39,00%, ubi kayu 38,17%, dan kacang tanah 16,67%. Hal ini juga berpengaruh produksi masing-masing tanaman pangan, namun meskipun padi ladang mengalami kenaikan luas panen, produksi tahun 2015 justru menurun 13,96% dibanding tahun 2014.
Pada tahun 2015, produksi tanaman sayuran di Indragiri Hilir didominasi oleh kacang panjang sebesar 20%, diikuti ketimun 18%, terong dan cabe rawit masing-masing 13%. Dibandingkan tahun 2014, luas panen dan produksi hortikultura mengalami kenaikan signifikan seperti luas panen kangkung yang meningkat 17,24% dan produksi terong yang meningkat 53,83%. Namun pada tanaman kacang panjang, meskipun mengalami penurunan luas panen sebesar 4,49% tetap mengalami kenaikan produksi sebesar 11,75%.
Indragiri Hilir terkenal dengan perkebunan kelapa yang sangat luas di Riau, dimana pada tahun 2015 terdapat sekitar 430.069 Ha areal perkebunan kelapa dengan produksi sebesar 339.759.000 ton. Dari tahun 2012-2014 luas areal dan produksi kelapa mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan luas areal terbesar terjadi pada periode 2013-2014 sebesar -2.92% dan penurunan produksi terbesar terjadi pada periode 2012-2013 sebesar -4.18%. Namun pada tahun 2015 mengalami pertumbuhan luas areal sebesar 2.65% dan produksi sebesar 1.29%. Selain kelapa, Indragiri Hilir juga memiliki perkebunan sawit yang memiliki luas areal 109.027 Ha dengan produksi 245.802.208 ton diakhir tahun 2015.
Pada tahun 2015, jumlah populasi ternak yang terdata di Indragiri Hilir yaitu sapi potong sebesar 7.698 ekor (2.544 jantan dan 5.154 betina), kerbau sebesar 36 ekor (6 jantan dan 30 betina), kambing sebesar 22.029 ekor (6.195 jantan dan 15.834 betina), dan domba sebesar 391 ekor (158 jantan dan 233 betina). Berdasarkan jenis kelamin terlihat bahwa populasi ternak betina lebih besar dibandingkan ternak jantan. Sedang untuk populasi unggas tahun 2015 terdapat 1.195.847 ekor ayam kampung (225.318 jantan dan 970.529 betina), 762.324 ekor ayam pedaging jantan, dan 30.049 ekor itik (8.143 jantan dan 21.906 betina).
Posisi Indragiri Hilir yang berbatasan langsung dengan laut memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. Pada tahun 2015, produksi perikanan tangkap di Indragiri Hilir mencapai 52.052,40 ton yang terdiri atas 43.973,61 perikanan laut dan 8.078,79 perikanan umum. Produksi ini mengalami kenaikan sebesar 3,3% dibanding tahun 2014. Adapun tingkat pemanfaatan perairan laut yaitu 40,26% lebih kecil dibandingkan perairan umum sebesar 310,72%

2.3.4        Infrastruktur

Pada tahun 2015 terdapat 824 unit masjid, 842 unit surau, 54 unit Mushola, 1 unit gereja, dan 9 wihara/klenteng.
Pada tahun 2015 di Indragiri Hilir memiliki 4 rumah sakit yang terdiri atas 3 rumah sakit pemerintah dan 1 rumah sakit swasta. Kemudian terdapat 27 puskesmas, 20 puskesmas keliling, 170 pustu, dan 67 poskesdes/polindes.
Pada tahun 2014 di Kabupaten Indragiri Hilir terdapat sebanyak 517 Sekolah Dasar, 193 Madrasah Ibtidaiyah, 132 Sekolah Menengah Pertama, 142 Madrasah Tsanawiyah, 40 Sekolah Menengah Atas, 56 Madrasah Aliyah, dan 19 Sekolah Menengah Kejuruan.
 

2.3.5        Pariwisata

Untuk mencapai  Kabupaten Indragiri Hilir dapat ditempuh melalui Perjalanan Darat dari Kota Pekanbaru dapat ditempuh dengan waktu 6 jam dengan menggunakan bus. 
 
Objek Wisata Di Kabupaten Indragiri Hilir :
 
Mesjid Raya Al Huda, Bangunan yang dibangun pada tahun 1900 ini terletak di pusat kota Tembilahan dan mempunyai Pemandangan Indah Sungai Indragiri. Mesjid ini merupakan salah satu masjid lama yang tercantik di Indragiri Hilir. Dilengkapi dengan 4 menara tinggi, masjid ini dapat menampung sebanyak 3.000 orang Jemaah.

Mesjid Raya Al Huda
 
            Pantai Solop, merupakan salah satu objek wisata pantai/bahari yang terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir. Suatu Pantai yang unik untuk dikunjungi, Karena mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan pantai-pantai yang ada di dunia. Keunikannya adalah terdapat kawasa rawa/lumpur berpasir putih dari kulit kerang-kerangan yang dibawa ombak ke daratan pantai. Keindahan Pantai Solop adalah terdapatnya pulau-pulau kecil di depan pantai dan disini juga dapat dinikmati pemandangan matahari terbenam, menambah keindahan dan daya Tarik tersendiri.

pantai Solop
 
            Kawasan Pekan Arba, merupakan tempat rekreasi bagi masyarakat Kota Tembilahan, Karena lokasi ini berdekatan dengan Kota Tembilahan. Kawasan ini terdapat dipinggir Sungai Batang Sebatu yang dari tahun ketahun mengalami pendangkalan dan mengakibatkan hubungan/transportasi antara Pekan Arba dengan desa-desa seberangnya menjadi sulit. Oleh Karena sulitnya hubungan ini, maka masyarakat berusaha mengatasinya dengan membuat sampan/perahu yang berbentuk leper/rata dibagian bawahnya dan dapat berjalan serta meluncur di pantai lumpur maupun diatas air, sehingga sampai sekarang dijadikan sebagai alat transportasi di kawasan ini.
            Pulau Burung¸dikenal dengan sebutan pulau berkanal, dimana pada kawasan pulau ini terdapat beberapa kanal yang cukup menantang bagi pengunjung untuk menelusuri kanal-kanal yang lebarnya kurang lebih 3 meter. Kanal-kanal tersebut membuat petakan-petakan perkebunan kelapa hybrid, kelapa local, kelapa sawit, perkebunan nenas dan kebun bunga serta tambak udang dan ikan.
Bukit berbunga, terletak disebelah selatan desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, dengan jarak lebih kurang 4 km dari Desa Selensen, dan dapat ditempuh melalui jalan setapak yang berbukit -bukit dan melintasi dua buah sungai kecil. Disepanjang tebing Bukit Berbunga tumbuh berbagai jenis macam bunga yang menyelimuti bukit dengan aneka warna-warni menaburkan aroma sepanjang tahun.
Komplek Makam Tuan Guru, merupakan salah satu objek wisata religi yang terdapat di kabupaten Indragiri Hilir tepatnya di Hidayat Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri. Tuan Guru ini dulunya adalah seorang guru Agama Islam yang tersohor dan banyak memiliki murid dari dalam hingga dari luar negeri.

Komplek Makam Tuan Guru
 
            Danau Taga Raja Guntung, luasnya sekitar 100 Ha, menurut cerita dulunya dikenal dengan sebutan kolam raja, dima kola mini merupakan tempat pemandian dan sumber air bersih bagi kerajaan Kateman.

Danau taga Raja