Kabupaten Rokan Hilir

2.3   Kabupaten Rokan Hilir


Peta Kab. Rohil
Rokan Hilir dibentuk dari tiga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah Putih. Negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak.
Distrik pertama didirikan Hindia Belanda di Tanah Putih pada saat menduduki daerah ini pada tahun 1890. Setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Tionghoa berkembang pesat, Belanda memindahkan pemerintahan kontrolir-nya ke kota ini pada tahun 1901. Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap untuk mengimbangi pelabuhan lainnya di Selat Malaka hingga Perang Dunia I usai. Setelah kemerdekaan Indonesia, Rokan Hilir digabungkan ke dalam Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Bekas wilayah Kewedanaan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanah Putih, Kubu dan Bangko serta Kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai kabupaten baru di Provinsi Riau sesuai dengan Undang-Undang Nomor 53 tahun 1999 dengan ibukota Bagansiapiapi.
kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir:
  1. Kecamatan Bangko
  2. Kecamatan Sinaboi
  3. Kecamatan Rimba Melintang
  4. Kecamatan Bangko Pusako
  5. Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan
  6. Kecamatan Tanah Putih
  7. Kecamatan Kubu
  8. Kecamatan Bagan Sinembah
  9. Kecamatan Pujud
  10. Kecamatan Simpang Kanan
  11. Kecamatan Pasir Limau Kapas
  12. Kecamatan Batu Hampar
  13. Kecamatan Rantau Kopar
  14. Kecamatan Pekaitan
  15. Kecamatan Kubu Babussalam
Visi
"Terwujudnya Rokan Hilir yang Maju dan Sejahtera dan Berdaya Saing 2016"
 
 
Misi
Maju, Sejahtera dan berdaya saing diukur melalui indikator :
  1. Tingkat Kemakmuran Yang Tercermin Pada Tingkat Pendapatan
  2. Infrastruktur Yang Maju
  3. Tingginya Tingkat Pendidikan Penduduk
  4. Tingginya Derajat Kesehatan Masyarakat
  5. Laju Pertumbuhan Penduduk Yang Kecil
  6. Angka Harapan Hidup Yang Lebih Tinggi Kualitas Pelayanan Sosial Yang Lebih Baik
  7. Adanya Peran Serta Rakyat Secara Nyata dan Efektif Dalam Segala Aspek Kehidupan, Baik Ekonomi, Sosial, Politik, Maupun Pertahanan Keamanan.

2.3.1        Geografis

Rokan Hilir sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Riau merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, sesuai dengan UU No. 53 tahun 1999. Wilayah Rokan Hilir terletak pada bagian pesisir timur Pulau Sumatera antara 1°14’ - 2°30’ LU dan 100°16’ - 101°21’ BT. Luas wilayah Rokan Hilir adalah 8.881.59 Km2, Kecamatan Tanah Putih merupakan kecamatan terluas dengan luas 1.915,23 Km2 dan kecamatan terkecil adalah Tanah Putih Tanjung Melawan dengan luas 198,39 Km2.
Kabupaten Rokan Hilir memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah utara        : Propinsi Sumatera Utara dan Selat Malaka
  • Sebelah Selatan    : Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hulu
  • Sebelah Timur      : Kota Dumai
  • Sebelah Barat       : Propinsi Sumatera Utara
 
 

2.3.2        Penduduk

Penduduk Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2015 adalah 627.233 jiwa, terdiri dari 331.027 jiwa laki-laki dan 313.653 jiwa perempuan. Sehingga sex ratio-nya adalah 105,57 yang artinya dari setiap 100 penduduk perempuan rata-rata terdapat 106 penduduk laki-laki. Penduduk terbanyak tahun 2015 terdapat di Kecamatan Bangko dengan penduduk sebanyak 79.554 jiwa atau 12,68 persen. Sedang yang terkecil di Kecamatan Rantau Kopar dengan penduduk 6.556 jiwa atau 1,04 persen dari seluruh penduduk Rokan Hilir.
 
 
 

2.3.3        Sumber Daya Alam

Hampir dua puluh lima persen perekonomian Kabupaten Rokan Hilir bersumber dari sektor pertanian, sehingga pembangunan bidang ekonomi dititikberatkan pada sektor pertanian guna mendorong dan menopang sektor industri dan sektor perdagangan serta sektor-sektor lainnya. Pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan yaitu beras, palawija dan hortikultura.
Perkebunan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan pertanian baik di tingkat nasional maupun regional, terutama tanaman perdagangan yang cukup potensial yaitu kelapa sawit, karet dan kelapa. Peningkatan produksi perkebunan dengan intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi tanaman perkebunan.
Subsektor peternakan tidak hanya untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak dalam usaha memperbaiki gizi masyarakat tetapi juga akan meningkatkan pendapatan peternak. Populasi ternak pada tahun 2014 tercatat: sapi 18.167 ekor, kerbau 96 ekor, kambing/domba 15.804 ekor dan babi 506 ekor.
 

2.3.4        Infrastruktur

Pada tahun 2014 tercatat sarana ibadah Mesjid berjumlah 595 buah, mushola 564 buah, dan gereja 528 buah.
Untuk Sarana kesehatan sendiri pada tahun 2013 di kabupaten Rokan Hilir terdiri dari Rumah Sakit 4 unit, Puskesmas 17 unit, Posyandu 17 unit, Polindes 18 unit , Balai kesehatan 64 unit.  

2.3.5        Pariwisata

Untuk dapat menuju Bagansiapiapi, ibukota Rokan Hilir, dapat menggunakan jalur darat dengan jarak tempuh kurang lebih 5,.5 jam.
Objek Wisata Di Kabupaten Rokan Hilir :
            Bono, merupakan gelombang yang sangat besar, dengan menyatunya gelombang laut, kemudian gelombang tersebut menghempas ke muara sungai rokan serta melintas menyisir bibir sungai Rokan.

Bono di Sungai Rokan
            Batu Belah Batu Bertangkup, terletak di desa bantayan, bentuknya sebongkah batu besar, yang tengahnya terbelah, mirip kerrang raksasa yang sudah menjadi fosil. Dalam buku lintasan sejarah Rokan, disebutkan bahwa Batu Belah Batu Bertangkup ini pada mulanya merupakan binatang yang hidup, sejenis kerang. Kemudian oleh orang portugis, ke dalam mulut kerang tersebut dicurahkan air kapur yang cukup banyak. Sehingga kerang tersebut mati. Batu belah juga mengandung legenda, tentang seorang ibu yang kecewa melihat tingkah laku anaknya yang sangat nakal, sang ibu bunuh diri dengan membiarkan dirinya di telan batu belah.

Batu Belah Batu Bertangkup
Pulau Tilan, sekitar 20 km dari Ujung Tanjung tanah Putih perjalanan melalui Dumai, dengan menempuh jarak sekitar 40 km. Pulau Tilan terletak di seberang Desa Rantau Bais yang dibelah oleh Sungai Rokan. Bila ingin ke pulau tilan harus menggunakan sampan yang memakan waktu sekitar 10 menit.

Pulau Tilam
 
Kelenteng In Hok Kiong, berada di jl. Kelenteng, merupakan kelenteng terbesar dan tertua di Bagansiapiapi, dibangun pada tahun 1875 dan dibuat permanen pada tahun 1928. Di dalam kelenteng terdapat dewa ‘Kie Ong Ya’.

Kelenteng In Hok Kiong
 
Rumah Kapitan¸ Rumah tua Kapitan adalah bekas peninggalan Belanda, namanya kapitan Lo Chin Po. Ia terbunuh pada asaat peristiwa bendera di Bagansiapiapi tahun 1946. Kapitan adalah sebutan untuk “kepala suku” masyarakat tionghoa di Bagan Siapiapi.

rumah Kapitan