Kabupaten Kuantan singingi

2.3   Kabupaten Kuantan Singingi


Kab. Kuantan Singingi
 
Kabupaten Kuantan Singingi merupakan pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu, setelah dikeluarkannya Undang-Undang No 53 Tahun 1999 dan beribukota di Teluk Kuantan. Pada awal pembentukannya Kabupaten Kuantan Singingi terdiri dari 6 Kecamatan, kemudian dimekarkan menjadi 12 kecamatan pada tahun 2002 berdasarkan Perda No 16 Tahun 2002. Pada tahun 2012 berdasarkan Perda No 24 Tahun 2012 kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi dimekarkan kembali sehingga menjadi 15 kecamatan hingga saat ini.
 
kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi :
  1. Kecamatan Kuantan Mudik
  2. Kecamatan Hulu Kuantan
  3. Kecamatan Gunung Toar
  4. Kecamatan Pucuk Rantau
  5. Kecamatan Singingi
  6. Kecamatan Singingi Hilir
  7. Kecamatan Kuantan tengah
  8. Kecamatan Setanjo Raya
  9. Kecamatan Benai
  10. Kecamatan Kuantan Hilir
  11. Kecamatan Pangean
  12. Kecamatan Logas Tanah Datar
  13. Kecamatan Kuantan Hilir Seberang
  14. Kecamatan Cerenti
  15. Kecamatan Inuman
No Nama Awal masa jabatan Akhir masa jabatan
1. Rusdji S. Abrus 1999 2001
2. Asrul Ja’afar 2001 2005
3. Sukarnis 2006 2015
4. Mursini 2015 sekarang
 
tabel 57 Bupati yang pernah menjabat di Kuantan Singingi
 
VISI :
 
“terwujudnya kabupaten kuantan singingi yang maju, aman, mandiri, agamis, comunikatif, sejahtera, luhur dan makmur (mamacu jalur) “
 
 
1. Maju : Meningkatkan ketahanan ekonomi (perekonomian yang stabil), jumlah tenaga ahli dan profesional yang dihasilkan sistem pendidikan, laju pertumbuhan penduduk yang lebih kecil dan angka harapan hidup yang lebih tinggi, terjaminnya hak-hak masyarakat, terjaminnya rasa keamanan dan ketentraman serta terpenuhinya kelangkaan infrastruktur secara layak.
 
2. Aman : Menurunnya ketegangan dan ancaman konflik riminalitas antar kelompok maupun golongan masyarakat secara nyata di perkotaan dan pedesaan.
 
3. Mandiri : Hak setiap daerah untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi masyarakatnya secara proaktif, bukan reaktif atau defensif yang tercermin dalam setiap aspek kehidupan.
 
4. Agamis : Meningkatnya kualitas pelayanan, pemahaman agama, kehidupan dan kerukunan umat beragama yang diiringi dengan kehidupan berbudaya dan beradat.
 
5. Comunikatif : Meningkatnya pelayanan birokrasi kepada masyarakat yang tercermin dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik, dan hasil penjaringan aspirasi masyarakat.
 
6. Sejahtera : Memenuhi kebutuhan pokok ekonomi kerakyatan yang didukung meningkatnya kuantitas dan kualitas pelayanan dan penyediaan infrastruktur yang meliputi transportasi, sumberdaya air, serta perumahan, pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan.
 
7. Luhur : Semakin berkembangnya penerapan nilai-nilai baru yang Positif dan produktif dalam rangka memantapkan budaya dan adat daerah yang terwujudnya dalam setiap aspek kebijakan pembangunan.
 
8. Makmur : Terpenuhinya kebutuhan hidup masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi seperti ; pangan, sandang, papan dan kebutuhan sekunder lainnya.
 
MISI :

1. Menanggulangi kemiskinan dan pengurangan kesenjangan antar wilayah dan antar penduduk.

2. Memperbaiki iklim investasi, ketenagakerjaan dan memacu kewirausahaan.

3. Mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berimbang.

4. Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan.

5. Meningkatkan kesholehan beragama dan implementasi nilai-nilai adat istiadat.

6. Membangun infrastruktur.

7. Optimalisasi pengelolaan sumberdaya alam.

8. Melestarikan fungsi lingkungan

9. Meningkatkan ketentraman dan ketertiban, supremasi hukum dan HAM

10. Revitalisasi implementasi proses desentralisasi dan otonomi daerah melalui reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan Publik

2.3.1        Geografis

Kuantan Singingi dengan ibukota Teluk Kuantan merupakan kabupaten terkecil keempat di Provinsi Riau setelah Pekanbaru, Dumai dan Meranti. Luas wilayah Kabupaten Kuantan Singingi mencapai 7.656,03 Km2 . Letak astronomisnya antara 0⁰00’ -1⁰00’ lintang selatan dan 101⁰02’ - 101⁰55’ bujur timur . Suhu rata-rata di Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2015 berkisar antara 19,20C hingga 36,50C.
Kondisi iklim di Kabupaten Kuantan Singingi, pada umumnya sama dengan kondisi iklim Indonesia lainnya, yakni mempunyai dua musim; musim kemarau terjadi sekitar Maret - Agustus dan musim hujan terjadi sekitar SeptemberFebruari. Curah hujan yang terjadi selama tahun 2015 berkisar antara 25,57-498,70 mm per tahun.
Kabupaten Kuantan Singingi memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah utara        : Kabupaten Kampar dan Pelalawan
  • Sebelah Selatan    : Provinsi Jambi
  • Sebelah Timur      : Kabupaten Indragiri Hulu
  • Sebelah Barat       : Propinsi Sumatera Barat
 

2.3.2        Penduduk

Penduduk Kabupetan Kuantan Singingi menurut perkembangannya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pada tahun 2014 jumlah penduduk Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 310.619 jiwa dan bertambah menjadi 314.276 jiwa pada tahun 2015. Dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 159.480 jiwa di tahun 2014 menjadi 161.377 jiwa pada tahun 2015. Sementara jumlah penduduk perempuan pada tahun 2014 sebanyak 151.139 jiwa menjadi 152.899 jiwa pada tahun 2015.
Secara geografis, penyebaran penduduk di Kabupaten Kuantan Singingi belum merata sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan tingkat kepadatan penduduk antar kecamatan yang cukup besar. Kecamatan Sentajo Raya memiliki tingkat kepadatan yang paling tinggi, kecamatan ini merupakan pecahan dari kecamatan Kuantan Tengah dan Benai. Sedangkan kecamatan yang memiliki tingkat kepadatan terendah adalah Kecamatan Pucuk Rantau yang merupakan pecahan dari Kecamatan Kuantan Mudik.
Mayoritas dari mereka adalah beretnis Minangkabau yang merupakan suku asli Kuantan dengan persukuan Caniago, Malayu, Patopang, Piliang, Nan Tigo, Nan Ompek, Nan Limo, Nan Onam, Piliang Soni, Piliang Lowe, Caromin/Camin, Kampuang Tongah, Mandahiliang, Kampuang Salapan, Tigo Kampuang, Limo Kampuang, Piliang Ateh, Piliang Bawah, Piabada, Bendang, Malayu Nyato, Malayu Jalelo, Kampai, Malayu Paduko, Malayu Tumangguang, Budi Caniago, Koto Piliang, Piliang Besar, Caniago Besar, Piliang Godang, Piliang Kociak, dan Piliang Tongah. Diikuti oleh Suku Melayu yang umumnya bermukim di sekitar daerah perbatasan bagian Timur, serta para transmigran asal Jawa yang banyak tersebar di daerah sentra-sentra transmigrasi dan areal perkebunan.

2.3.3        Sumber Daya Alam

Sektor pertanian merupakan sektor yang masih menjadi andalan di Kabupaten Kuantan Singingi. Hal ini dapat dilihat dari jumlah tenaga kerja yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian.
Produksi padi di pada tahun 2015 mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu dari 48.681,67 ton menjadi 51.967,11 dan meningkat lagi menjadi 52.867,94 ton. Peningkatan luas panen tidak selalu sejalan dengan peningkatan produksi. Luas panen pada tahun 2013 mencapai 11.987 Ha dan tunun menjadi 11.197 Ha di tahun 2014 dan sedikit mengalami kenaikan pada tahun 2015 menjadi 11.703 Ha.
Sedangkan perkembangan tanaman palawija di Kabupaten Kuantan Singingi pada tahun 2015 komoditas jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dan kacang hijau mengalami penurunan yang relatif signifikan dibanding tahun 2014 baik luas panen maupun produksinya. Hal ini disebabkan karena kabut asap yang melanda provinsi Riau, khususnya kabupaten Kuantan Singingi sepanjang tahun 2015, sehingga menyebabkan petani kesulitan untuk bercocok tanam tanaman palawija.
Sementara itu jika dilihat dari produktivitasnya Ubi Kayu masih menjadi komoditas dengan produktivitas tertinggi yaitu 10,00 Ton/Ha, dan produktivitas terendah adalah kacang hijau dengan nilai 1,124 Ton/Ha
Subsektor perkebunan juga merupakan salah satu andalan di Kabupaten Kuantan Singingi utamanya Kelapa Sawit. Terdapat 129.163,65 Hektar lahan sawit di Kabupaten ini pada tahun 2015. Sedangkan produksinya mencapai 461.960,82 ton pada tahun 2015 meningkat 1,42 persen dibanding tahun sebelumnya. Komoditas lain yang memiliki luas dan produksi yang cukup besar adalah karet dan kakao. Dimana luas tanaman karet 145.163,65 Ha pada tahun 2015 dan memiliki produksi sebesar 85.099,75 ton. Sedangkan untuk kakao luas tanaman pada tahun 2015 sebesar 2.229,68 dengan produksi sebesar 668,57.
Jumlah ternak besar mengalami perubahan dari tahun 2014 ke tahun 2015. Untuk kerbau mengalami penurunan sebesar 26,66%, untuk sapi mengalami kenaikan sebesar 6,56% dan kambing mengalami kenaikan sebesar 12,76%.

2.3.4        Infrastruktur

Pada tahun 2015 terdapat 318 unit masjid, 901 unit surau/Mushola, dan 1 wihara/klenteng.
Pada tahun 2015 di Kabupaten Kuantan Singingi memiliki 1 unit rumah sakit , 29 Unit Poliklinik, 24 unit puskesmas, 17 unit puskesmas keliling, dan pustu 60 unit.
Pada tahun 2015 di Kabupaten Kuantan Singingi terdapat sebanyak 263 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, dan 97 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, 44 Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah/ Sekolah Menengah Kejuruan.

2.3.5        Pariwisata

Untuk menuju ke Teluk Kuantan, ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, dapat menggunakan jalur darat dengan jarak tempuh kurang lebih 3,5 jam.
Objek Wisata Di Kabupaten Kuantan Singingi :
Kabupaten ini memiliki beberapa kawasan wisata alam di antaranya Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban di Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan sekitar 37 km dari Taluk Kuantan, merupakan sebuah air terjun yang bertingkat tujuh, dan aliran sungai terus mengalir ke Batang Kuantan. Begitu juga di antar jalan lintas pulau padang - pangkalan indarung, terdapat kawasan Air Terjun Delapan Tingkat, terletak kurang lebih 5 km dati desa Pulau Padang.

 Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban
 
Kemudian sekitar kawasan bukit barisan terdapat juga Air Terjun Guruh Gemurai di Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik sekitar 25 km dari Taluk Kuantan dan Danau Kebun Nopi sekitar 3 km dari Lubuk Jambi, ibu kota Kecamatan Kuantan Mudik. Masih di Kecamatan Kuantan Mudik terdapat juga Pemandian air panas di seberang Sungai Pinang, 33 km dari Taluk Kuantan.
Sekitar 3 km dari Taluk Kuantan, di desa Koto Sentajo yang ditetapkan sebagai Desa Wisata. Masih dapat disaksikan peninggalan sejarah atau adat nenek moyang berupa rumah adat dengan bagunan asli dengan motif khusus. Masyarakat di desa tersebut masih kental dengan adat kebiasaan yang diterima dari nenek moyang leluhurnya. Walaupun kehidupan masyarakat sudah jauh meninggalkan kebiasaan lama itu, namun ada hal-hal tertentu yang tidak mau ditinggalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di belakang desa wisata ini terdapat hutan lindung seluas 5.000 ha. Selanjutnya dari arah Taluk Kuantan menuju Kiliran Jao, terdapat Danau Mesjid terletak 3 km dari Taluk Kuantan.

Pacu Jalur
Pacu Jalur merupakan festival tahunan terbesar untuk masyarakat daerah kabupaten Kuantan Singingi khususnya pada ibu kota kabupatennya yaitu Taluk Kuantan yang berada di sepanjang sungai Kuantan. Pada awalnya di maksudkan sebagai acara memperingati hari-hari besar umat Islam seperti Maulid Nabi, ataupun peringatan tahun baru Hijriah. Namun setelah kemerdekaan Indonesia, festival pacu jalur ini ditujukan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Indonesia. Pacu Jalur adalah perlombaan mendayung perahu panjang, semacam perlombaan Perahu Naga di negeri tetangga Malaysia dan Singapura, yaitu sebuah perahu atau sampan yang terbuat dari kayu pohon yang panjangnya bisa mencapai 25 hingga 40 meter. Di daerah Taluk Kuantan sebutan untuk perahu panjang tersebut adalah Jalur. Adapun tim pendayung perahu (jalur) ini berkisar antara 50 - 60 orang.
Sebelum acara puncak "Pacu Jalur' ini dimulai, biasanya di adakan acara-acara hiburan rakyat berupa tarian dan nyanyian untuk menghibur seluruh peserta dan masyarakat sekitar, terutama yang berada di Teluk Kuantan. Pada acara Festival Pacu Jalur tahun 2009 yang lalu, mulai di perkenalkan oleh Pemerintah Daerah setempat istilah "Jalur" Expo 2009, yaitu sebuah acara Pekan Raya berkaitan dengan Festival Pacu Jalur tersebut.
Tradisi pacu jalur yang diadakan sekali setahun pada peringatan perayaan hari kemerdekaan Indonesia menjadikan kota Taluk Kuantan sebagai tujuan wisata nasional. Perlombaan perahu panjang yang berisi lebih kurang 60 orang di Sungai Kuantan ini biasanya diikuti masyarakat setempat, kabupaten tetangga, bahkan juga ikut pula peserta-peserta dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.
Beberapa kawasan wisata lainnya seperti Tambang Emas di Logas, Arung Jeram di Sungai Singingi dan Pangkalan Indarung, Hutan Lindung Bukit Bungkuk dan Bukit Baling di Singingi, Gua Bunian di Bukit Kanua, kawasan Hiking dan Tracking di Bukit Batabuah. Rumah Tradisional Tua Koto Rajo, Kompleks Candi Sangan