Kabupaten Kampar

2.3   Kabupaten Kampar


Kab. Kampar
Kabupaten Kampar pada awalnya berada dalam Provinsi Sumatera Tengah, dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1956 dengan ibu kota Bangkinang.Kemudian masuk wilayah Provinsi Riau, berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 dan dikukuhkan oleh Undang-Undang Nomor 61 Tahun 1958.Kemudian untuk perkembangan Kota Pekanbaru, Pemerintah daerah Kampar menyetujui untuk menyerahkan sebagian dari wilayahnya untuk keperluan perluasan wilayah Kota Pekanbaru, yang kemudian ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1987.
Sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Nomor : KPTS. 318VII1987 tanggal 17 Juli 1987, Kabupaten Kampar terdiri dari 19 kecamatan dengan dua Pembantu Bupati. Pembantu Bupati Wilayah I berkedudukan di Pasir Pangarayan dan Pembantu Bupati Wilayah II di Pangkalan Kerinci. Pembantu Bupati Wilayah I mengkoordinir wilayah Kecamatan Rambah, Tandun, Rokan IV Koto, Kunto Darussalam, Kepenuhan, dan Tambusai. Pembantu Bupati Wilayah II mengkoordinir wilayah Kecamatan Langgam, Pangkalan Kuras, Bunut, dan Kuala Kampar. Sedangkan kecamatan lainnya yang tidak termasuk wilayah pembantu Bupati wilayah I & II berada langsung di bawah koordinator Kabupaten.
Kabupaten Kampar memiliki 21 kecamatan, sebagai hasil pemekaran dari 12 kecamatan sebelumnya. Kedua puluh satu kecamatan tersebut (beserta ibu kota kecamatan) adalah:
  1. Bangkinang (ibu kota: Bangkinang).
  2. Bangkinang Barat (ibu kota: Kuok).
  3. Bangkinang Seberang (ibu kota: Muara Uwai).
  4. Gunung Sahilan (ibu kota: Kebun Durian).
  5. Kampar (ibu kota: Air Tiris).
  6. Kampar Kiri (ibu kota: Lipat Kain).
  7. Kampar Kiri Hilir (ibu kota: Sei.Pagar).
  8. Kampar Kiri Hulu (ibu kota: Gema).
  9. Kampar Timur (ibu kota: Kampar).
  10. Kampar Utara (ibu kota: Desa Sawah).
  11. Perhentian Raja (ibu kota: Pantai Raja).
  12. Rumbio Jaya (ibu kota: Teratak).
  13. Salo (ibu kota: Salo).
  14. Siak Hulu (ibu kota: Pangkalanbaru).
  15. Tambang (ibu kota: Sei.Pinang).
  16. Tapung (ibu kota: Petapahan).
  17. Tapung Hilir (ibu kota: Pantai Cermin).
  18. Tapung Hulu (ibu kota: Sinama Nenek).
  19. XIII Koto Kampar (ibu kota: Batu Besurat).
  20. Kampar Kiri Tengah (ibu kota: Simalinyang).
  21. Koto Kampar Hulu (ibukota: Tanjung)
 
Visi
“KABUPATEN KAMPAR NEGERI BERBUDAYA, BERDAYA DALAM      LINGKUNGAN MASYARAKAT AGAMIS TAHUN 2020″
Misi
  1. Mewujudkan pembangunan nilai budaya masyarakat Kampar yang menjamin sistem bermasyarakat dan bernegara untuk menghadapi tantangan global
  2. Meningkatkan manajemen dan kemampuan aparatur dalam mengelola aset daerah dan pelayanan masyarakat.
  3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang Sehat, menguasai Ilmu Pengetahuan  dan Teknologi serta  Berwawasan kedepan.
  4. Mengembangkan ekonomi rakyat yang berbasis sumber daya lokal dengan orientasi pada agrobisnis, agroindustri dan pariwisata serta mendorong pertumbuhan investasi secara terpadu dan terkait anatar swasta, masyarakat, dan pemerintah baik berskala local, regional, nasional maupun internasional.
  5. Mewujudkan pembangunan kawasan seimbang yang dapat menjamin kualitas hidup secara berkesinambungan
  6. Mewujudkan sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa, serta taat terhadap  aturan yang berlaku, menuju masyarakat agamis yang tercermin dalam kerukunan hidup beragama.

2.3.1        Geografis

Kabupaten Kampar dengan luas lebih kurang 1.128.928 Ha merupakan daerah yang terletak antara 1°00’40” Lintang Utara sampai 0°27’00” Lintang Selatan dan 100°28’30” – 101°14’30” Bujur Timur. Batas-batas daerah Kabupaten Kampar adalah sebagai berikut : 
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kuantan Singingi.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Propinsi Sumatera Barat.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak.
Di daerah Kabupaten Kampar terdapat dua buah sungai besar dan beberapa sungai kecil yaitu:
  • Sungai Kampar yang panjangnya ± 413,5 km dengan kedalaman rata-rata 7,7 m dengan lebar rata-rata 143 meter. Seluruh bagian sungai ini termasuk dalam Kabupaten Kampar yang meliputi Kecamatan XIII Koto Kampar, Bangkinang, Bangkinang Barat, Kampar, Siak Hulu dan Kampar Kiri.
  • Sungai Siak bagian hulu yakni panjangnya ± 90 km dengan kedalaman rata-rata 8 – 12 m yang melintasi kecamatan Tapung.           
            Sungai-sungai besar yang terdapat di Kabupaten Kampar ini sebagian masih berfungsi baik sebagai prasarana perhubungan, sumber air bersih budi daya ikan maupun sebagai sumber energi listrik (PLTA Koto Panjang).

2.3.2        Penduduk

Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk tahun 2015, jumlah penduduk Kabupaten Kampar adalah 793.005 orang yang terdiri dari penduduk laki-laki 407.228 jiwa (51,3 persen) dan wanita 370.381 jiwa (48,6 persen). Ratio jenis kelamin (perbandingan penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan) adalah 105 yang berarti jumlah penduduk laki-laki 5 % lebih banyak dibanding jumlah penduduk perempuan.
Kecamatan dengan kepadatan penduduk terbesar adalah Kecamatan Kampar yaitu 371 jiwa/Km2 , diikuti oleh Kecamatan Bangkinang Kota yaitu 225 jiwa/Km2 . Sedangkan dua kecamatan yang relatif jarang penduduknya yaitu Kecamatan Kampar Kiri Hulu 10 jiwa/Km2 dan Kampar Kiri Hilir 16 jiwa/Km2 .

2.3.3        Sumber Daya Alam

Kabupaten Kampar merupakan salah satu kabupaten penyangga pangan Propinsi Riau. Oleh karena itu produktivitas tanaman pangan khususnya padi perlu ditingkatkan. Produksi padi di Kabupaten Kampar pada tahun 2015 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya dari 37.324 ton tahun 2014 menjadi 44.831 ton tahun 2015.
Selain komoditas Pertanian Tanaman Pangan, kabupaten Kampar juga memiliki potensi besar yaitu komoditas perkebunan, peternakan, dan perikanan. Luas areal perkebunan karet tahun 2015 92.966 Ha dengan produksi 57.430 ton. Luas areal perkebunan kelapa sawit merupakan yang terluas di Kabupaten Kampar dibandingkan dengan komoditi lain yaitu 222.142 Ha dengan produksi 2.619.061 Ton. Jumlah komoditas peternakan pada tahun 2015 yang terdiri dari ternak sapi yaitu 40.609 ekor, kerbau 18.134 ekor, kambing 25.078 ekor dan 722 ekor domba.
Produksi perikanan di Kabupaten Kampar pada tahun 2015 sebesar 40.099 ton senilai dengan 800.934,42 juta rupiah. Dengan jumlah rumah tangga sebanyak 11.656 rumah tangga yang bekerja di sektor perikanan.

2.3.4        Infrastruktur

Pada tahun 2015 terdapat 713 unit masjid, 1122 unit surau/Mushola, 222 unit gereja.
Kabupaten Kampar terdapat fasilitas kesehatan berupa rumah sakit umum 6 unit, puskesmas 31 unit, puskesmas pembantu 185 unit, posyandu 691 unit.
Banyaknya sekolah untuk jenjang pendidikan SD dan MI di Indragiri Hulu adalah 481 sekolah. Pada jenjang pendidikan SMP dan MTs adalah 122 sekolah, sedangkan jumlah SMA dan MA di kabupaten Kampar ada 49 sekolah

2.3.5        Pariwisata

Untuk dapat menuju Bangkinang ibukota kabupaten Kampaer, anda dapat menggunakan jalur darat dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam.
Objek Wisata Di Kabupaten Kampar :
Mesjid Jamik, berada di air tiris, kabupaten Kampar. Masjid Jamik ini memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan masjid-mesjid lain yang ada di Provinsi Riau. Masjid ini dibangun pada tahun 1901. Pada puncak atapnya terdapat tingkatan Menara yang cukup tinggi dan bahan bangunannya terbuat dari kayu tanpa menggunakan paku besi. Diluar mesji terdapat sumur yang didalamnya terendam batu besar yang mirip kepala kerbau. Konon, batu tersebut selalu berpindah tempat tanpa ada yang memindahkan.

Batu mirip kepala kerbau di mesjid jamik air tiris
Komplek Candi Muara Takus, terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 km dari Kota Pekanbaru. Jarak antara komplek candi ini dengan pusat Desa Muara Takus sekitar 2,5 km dan tidak jauh dari Sungai Kampar Kanan. Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan Candi Tua, Candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka.

Candi Mahligai

Air terjun Merangin
Air Terjun Merangin, terletak di Desa Merangin, Kecamatan Bangkinang Barat. Merupakan objek wisata yang memiliki keindahan alam berupa air terjun dan kawasan hutan yang masih asli dengan flora yang sangat khas. Jenis objek wisata ini adalah wisata petualangan dengan menelusuri hutan sambil menikmati kesegaran dan ketenangan serta keindahan alam di dalam dan sekitar hutan tersebut.
Museum Kandil Kemilau Emas, berlokasi di Pulau Belimbing, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, resminya baru pada tanggal 22 mei 1988 berada dipulau Belimbing Kuok Bangkinang. Museum ini adalah rumah berbentuk rumah adat Lima Koto Kampar yang dibangun sekitar tahun 1900 oleh almarhum Haji Hamid.
Desa Wisata pulau Belimbing, dengan menempuh perjalanan sejauh 2 km dari jalan raya yang menghubungkan antara Bangkinang dengan Pekanbaru, anda sudah sampai di Kuok, dimana disinilah adnda menjumpai sebuah desa tua dengan rumah-rumah tua yang masih kokokh dan berpenghuni pula.
Rumah Asli Lontiak, terletak di Desa Sipungguk, Kecamatan Bangkinang Barat yang berusia lebih dari 100 tahun, daya tariknya terletak pada seni arsitekturnya yang mencerminkan budaya masyarakat Melayu Darat dengan perpaduan budaya islam yang kental.


Rumah lontiok