Kota Dumai

2.1   Kota Dumai


Kota Dumai
Nama Dumai menurut cerita rakyat tentang Puteri Tujuh, berasal dari kata di lubuk dan umai (sejenis binatang landak) yang mendiami lubuk tersebut. Karena sering diucapkan cepat, lama kelamaan kata-kata tersebut bertaut menjadi d'umai dan selanjutnya menjadi dumai. Pada era tahun 1930-an, Dumai merupakan suatu dusun nelayan kecil yang terdiri atas beberapa rumah nelayan. Penduduknya bertambah ketika Jepang mendatangkan kaum romusha(pekerja paksa jaman penjajahan Jepang) dari Jawa. Seiring perubahan waktu, terjadi perubahan status Dumai sebagai berikut :
  • Tahun 1945 - 1959, status Dumai tercatat sebagai desa.
  • Tahun 1959 - 1963, Dumai masuk dalam wilayah Kecamatan Rupat.
  • Tahun 1963 - 1964, Dumai berpisah dari Kecamatan Rupat dan berubah status menjadi kawedanan.
  • Berdasar PP No.8 Tahun 1979 tertanggal 11 April 1979, Dumai berubah status menjadi Kota Administratif (merupakan kota administratif pertama di Sumatera dan ke-11 di Indonesia) di bawah Kabupaten Daerah Tingkat (Dati) II Bengkalis.
  • Berdasar UU No.16 Tahun 1999 tanggal 20 April 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 50, tambahan Lembaran Negara Nomor 3829), Dumai berubah status menjadi Kotamadya sehingga menjadi Kotamadya Dati. II Dumai. Seiring perkembangan politik di Indonesia, berdasar UU No. 22 Tahun 1999 maka Kotamadya Dumai berubah menjadi Kota Dumai. Masa jabatan Walikota Dumai pertama dari tanggal 27 April 1999 sehingga tanggal 27 April dijadikan hari ulang tahun Kota Dumai.
Daftar Walikota yang pernah menjabat hingga sekarang :
No Nama Awal masa jabatan Akhir masa jabatan
1. Drs . Zainuddin Abdullah 1999 2000
2. Drs. H. Wan Syamsir Yus 2000 2005
3. Drs. H. Zulkiffli AS 2005 sekarang

VISI DAN MISI

V I S I

Terwujudnya Kota Dumai Sebagai Pusat Pelayanan "Pengantin" (Pelabuhan, Perdagangan, Tourism dan Industri) yang "Berseri" (Bersih, Semarak, Rukun dan Indah) di Kawasan Pantai Timur Sumatera sebagai Penggerak Kemajuan Ekomoni dan Budaya Melayu yang Agamis menuju Dumai Kota "Sehat" (Sejahtera, Harmonis, Aman dan Tertib) Pada Tahun 2015


M I S I
1)   Meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi serta memperkuat struktur perekonomian yang bertumpu pada ekonomi kerakyatan untuk peningkatan daya beli masyarakat melalui pengembangan sektor unggulan yaitu sektor PENGANTIN (Pelabuhan, Perdagangan, Tourism, dan Industri).
2)   Mengembangkan kualitas sumberdaya manusia yang tangguh dan profesional yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta kemampuan dalam penguasaan teknologi dan keahlian spesifikasi yang dapat diandalkan.
3)   Meningkatkan kualita dan kuantitas infrastruktur baik yang bertujuan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat guna mendorong perkembangan Kota Dumai menjadi Kota yang BERSERI (Bersih, Semarak, Rukun dan Indah).
4)   Mengembangkan kemampuan aparatur pemerintah agar dapat tercipta pemerintah yang baik dan pemerintah yang bersih dari KKN serta beribawa dan mampu memberikan pelayanan yang efesien dan efektif yang dapat memuaskan masyarakat pada umumnya serta investor pada khususnya.
5)   Mengembangkan budaya melayu sebagai jati diri Kota Dumai dan Budaya tempatan guna memotivasi peran serta masyarakat dalam kegiatan pembangunan dan menyaring masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kaidah dan nilai budaya melayu dan budaya tempatan.
 
 

2.2.1        Geografis

Secara geografis, Dumai berada di 1° 23' - 1° 24'-23’ Lintang Utara dan  101° 23'37’ - 101° 28'13’ Bujur Timur dengan luas 1.727,38 Km2 , dengan batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah utara        : Selat Rupat
  • Sebelah Selatan    : Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
  • Sebelah Timur      : Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
  • Sebelah Barat       : Kecamatan Tanah Putih dan Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir
UU No.16 Tahun 1999 tanggal 20 April 1999 Menetapkan Kota Dumai terdiri dari 3 Kecamatan, 13 Kelurahan dan 9 Desa. Pada tahun 2010 dimekarkan menjadi 7 Kecamatan dan 33 Kelurahan.
Dumai Barat, dengan kelurahan:
  • Bagan Keladi
  • Pangkalan Sesai
  • Purnama
  • Simpang Tetap Darul Ichsan
Dumai Timur, dengan kelurahan:
  • Bukit Batrem
  • Buluh Kasap
  • Jaya Mukti
  • Tanjung Palas
  • Teluk Binjai
Bukit Kapur, dengan kelurahan:
  • Bagan Besar
  • Bukit Kayu Kapur
  • Bukit Nenas
  • Gurun Panjang
  • Kampung Baru
Medang Kampai, dengan kelurahan:
  • Guntung
  • Mundam
  • Teluk Makmur
  • Pelintung
Sungai Sembilan, dengan kelurahan:
  • Bangsal Aceh
  • Basilam Baru
  • Batu Teritip
  • Lubuk Gaung
  • Tanjung Penyembal
Dumai Kota, dengan kelurahan:
  • Laksamana
  • Rimba Sekampung
  • Bintan
  • Dumai Kota
  • Sukajadi
Dumai Selatan, dengan kelurahan:
  • Bukit Timah
  • Mekar Sari
  • Bumi Ayu
  • Ratu Sima
  • Bukit Datuk

2.2.2        Penduduk

Jumlah penduduk Kota Dumai pada tahun 2015 berjumlah 285.967 , terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 146.792 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 139.175 jiwa. dengan jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kec Dumai Timur.
Penduduk Kota Dumai Terdiri dari berbagai suku, suku Melayu, Minang Batak Sebagai Suku Mayoritas. Berdasarkan Agama yang dianut Islam menjadi Agama Mayoritas Penduduknya.

2.2.3        Sumber Daya Alam

Empat kecamatan di Kota Dumai yaitu Kecamatan Sungai Sembilan, Medang Kampai, Bukit kapur dan Dumai Barat merupakan wilayah yang memiliki sumber daya lahan yang potensial untuk pengembangan agrobisnis dan agroindustri dengan rekayasa teknologi tepat guna byocyclo farming seperti padi, palawija, sayuran Sumatera, pisang, nenas, durian, mangga, rambutan, sawit, aneka ternak (sapi, kambing, itik dan ayam) serta budidaya tambak ikan air tawar (patin, ikan mas, gurami serta ikan hias).yang lebih banyak yang di hasilkan dari kecamatan sungai sembilan untuk ke depan adalah sawit, pisang, dan palawija. Saat ini daerah kecamatan sungai sembilan khususnya kelurahan basilam baru sangat kekurangan sarana infra struktur untuk pembangunan jalan. Terutama pembangunan jalan utama simpang kaplingan hingga pangkalan durian.
Untuk Lahan Padi terbesar di daerah Kecamatan Sungai Sembilan yaitu 1.854 Ha. Terdiri dari 215 Ha Padi Sawah dan 1639 Ha Padi Ladang.Sedangkan Untuk komoditi Sayuran adalah jenis kangkung dengan lahan panen 9400 Ha. Komoditi Perkebunan di 2015 masih di Kelapa Sawit dengan lahan panen 37.521 Ha.
Populasi ternak terbanyak di Kota Dumai pada tahun 2015 adalah Kambing/Domba dengan jumlah 6.283 ekor, kemudian Sapi 4.407 ekor, Babi 3.341  ekor, dan kerbau 45 ekor. Sedangkan Untuk Perikanan Produksi terbesar pada tahun 2015 terdapat pada perikanan kolam sebesar 112.160 kg.

2.2.4        Infrastruktur

Pada tahun 2015 tercatat sarana ibadah Mesjid berjumlah 216 buah, mushola 216 buah, gereja 74 buah, vihara 7 buah, konghucu 10 buah
Untuk Sarana kesehatan sendiri pada tahun 2015 di Kota Dumai terdiri dari Rumah Sakit 3 buah, Puskesmas 10 buah, RS Bersalin 2 Buah, Posyandu 194 buah, Balai Pengobatan 29 buah.  
Sedangkan Untuk Sarana Pendidikan Sendiri Kota Dumai tahun 2015 tercatat jumlah Taman Kanak Kanak 251 buah, Sekolah Dasar 98 buah, Madrasah Ibtidaiyah 7 buah, Sekolah Menengan Pertama 31 buah, Sekolah Menengah Atas 13 buah.

2.2.5        Pariwisata

Untuk mencapai  Kota Dumai dapat ditempuh melalui beberapa pintu masuk :
a. Darat : 
 dari Kota Pekanbaru dapat ditempuh dengan waktu 5 jam dengan menggunakan bus. 
b. Laut/Sungai
 Kota Dumai memiliki Pelabuhan Dumai yang terletak di Jl. Datuk Laksamana
c. Udara
Dumai memiliki  Bandar Udara Pinang Kampai yang berdekatan dengan komplek perumahan PT.CPI

 Bandar Udara Pinang Kampai
 
Objek Wisata Di Kota Dumai :
Masjid Raya Dumai, merupakan mesjid kebanggaan masyarakat kota dumai yang mempunyai bentuk bangunan yang unik, menarik, megah dan indah.

Masjid Raya Dumai
Pesanggrahan Putri Tujuh, berlokasi di daerah kawasan kilang operasional Pertamina UP II Dumai, mempunyai keunikan tersendiri, biasanya makam diisi oleh satu orang, maka jika dilihat makam putri tujuh satu makam terdiri dari tujuh orang putri. Menurut legenda masyarakat dumai, terjadinya tujuh orang putri dimakamkan secara bersama-sama disebabkan sewaktu musuh menyerang, ibunda putri yang bertindak sebagai Ratu pada saat itu menyembunyikan ketujuh putrinya kedalam lubang yang beratapkan tanah, tanpa disadari oleh ibunda, rupanya ketujuh putrinya tewas tertimbun tanah, oleh sebab itu ketujuh putri tersebut dimakamkan dalam satu makam.


Pesanggrahan Putri Tujuh
Kebun Buah Naga. Terletak didaerah purnama, sebelah utara Kota Dumai. Kebun ini memiliki luas sekitar 2 hektar, disini anda dapat memetik dan menikmati langsung buah yang berkhasiat salah satunya menurunkan kolesterol.
Kawan Teluk Makmur, terletak sebelah utara kota Dumai, mempunyai pesona alam berupa pantai dan perkampungan wisata melayu yang berhadapan langsung dengan pulau Rupat dan Selat Malaka. Ditempat ini pula terdapat tempat makam keramat.
Danau Wisata Bunga Tujuh, merupakan salah satu objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Bersama keluarga dan kerabat, anda dapat membebaskan diri sejenak dari berbagai aktivitas yang melelahkan. Udaranya yang sejuk dan panorama alam yang indah, tentunya memberikan kesenangan tersendiri untuk dinikmati.

Danau Wisata Bunga Tujuh
Hutan Wisata Kota Dumai, hutan konservasi yang terletak di Bukit Jin, Dumai Barat, pemandangan hijau dan asri serta binatang-binatang yang jinak yang berkeliaran akan menemani.

Hutan Wisata Kota Dumai